Lonjakan valuasi di sektor teknologi mutakhir membawa pendiri sekaligus CEO Unitree Robotics, Wang Xingxing, mencatatkan peningkatan kekayaan dalam skala masif. Pria berusia 36 tahun asal China tersebut kini mengantongi kekayaan bersih mencapai US$16 miliar atau setara dengan Rp282,3 triliun berkat bisnis robot humanoid yang ia kembangkan.
Kenaikan aset Wang terjadi dalam tempo yang relatif singkat. Pada awal Agustus lalu, Forbes mencatat kekayaannya masih berada di angka US$2,4 miliar saat ia baru pertama kali masuk ke jajaran miliarder. Nilai kekayaannya kemudian melesat drastis menyusul lonjakan harga saham Unitree Robotics yang dilaporkan terbang hingga 629% pada pekan lalu.
Sebagaimana dilaporkan oleh South China Morning Post, reli harga saham tersebut membawa kapitalisasi pasar Unitree Robotics menembus 445 miliar yuan atau sekitar Rp1.171 triliun.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Direktur Pelaksana Chanson & Co, Shen Meng, menjelaskan bahwa antusiasme pasar modal terhadap Unitree didorong oleh kuatnya dukungan pemerintah terhadap sektor industri berteknologi maju, termasuk robotika dan semikonduktor.
Kendati nilai valuasinya melambung tinggi, utilisasi robot humanoid buatan Unitree saat ini masih berada di tahap komersialisasi awal. Shen menyebutkan produk robot perusahaan sebagian besar masih dimanfaatkan untuk kebutuhan penelitian, pengajaran, dan pertunjukan. Hal tersebut selaras dengan prospektus resmi Unitree yang menyatakan bahwa fokus jangka pendek perusahaan masih tertuju pada riset dan pengembangan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam jangka panjang, robot humanoid dirancang untuk mengambil peran lebih besar dalam membantu aktivitas industri di pabrik maupun keperluan operasional rumah tangga. Skenario tersebut diperkirakan terwujud seiring penurunan biaya perangkat keras dan kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI).
Optimisme industri ini turut didukung data proyeksi pasar. Pengiriman robot humanoid secara global diperkirakan melonjak hingga 1,2 juta unit pada 2030, meningkat tajam dibanding volume tahun lalu yang baru mencapai 20 ribu unit. Sementara itu, riset dari BofA Global Research memproyeksikan nilai pasar robot humanoid global akan menyentuh US$37 miliar atau sekitar Rp653 triliun dalam lima tahun mendatang.






