Kawasan Tangerang menyimpan berbagai nama wilayah dengan asal-usul yang khas. Salah satu yang menambah panjang daftar toponimi unik tersebut adalah Kelurahan Jurumudi, yang terletak di Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Di balik nama resminya saat ini, wilayah tersebut memiliki sejarah pergantian nama yang berkaitan erat dengan aktivitas warga dan dinamika pekerjaan setempat.
Sebelum dikenal sebagai Jurumudi, kawasan ini mulanya dinamai Jaramudi. Penamaan lama tersebut berakar dari keberadaan sebuah makam di area RW 05 yang kerap didatangi para pemuda dan pemudi untuk berziarah. Singkatan dari tempat ziarah kaum muda-mudi itulah yang melahirkan sebutan Jaramudi pada masa lampau.
Seiring berjalannya waktu, mata pencaharian warga sekitar mengalami pergeseran ke sektor transportasi. Banyak penduduk bekerja sebagai sopir truk pengangkut pasir dari galian lokal, pengemudi mobil Isuzu, hingga sopir angkutan. Perkembangan ini juga terdorong oleh keberadaan Bandara Soekarno-Hatta, di mana para pengemudi mengoperasikan armada mobil kecil atau 'kendaraan tuyul' untuk mengantar pekerja dari Kebon Besar dan Batuceper menuju area bandara. Dominasi profesi pengemudi inilah yang kemudian mengubah sebutan daerah tersebut menjadi Jurumudi.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Secara administratif, Jurumudi resmi ditetapkan sebagai kelurahan melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2000. Wilayah ini sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Batuceper. Pemekaran dilakukan sekitar tahun 2000-an akibat luas wilayah, sehingga Kecamatan Benda dibentuk menaungi lima kelurahan, salah satunya Jurumudi.
Saat ini, lanskap ekonomi dan tata ruang Jurumudi telah berubah. Aktivitas galian pasir sudah sepenuhnya berhenti karena area bekas galian telah diuruk, terkena proyek fasilitas jalan tol, atau dialihkan ke pelaku usaha. Meski aktivitas penambangan pasir telah usai, profesi sopir angkutan masih bertahan di tengah pemukiman yang kini menaungi delapan rukun warga (RW) dengan populasi sekitar 14 ribu jiwa.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Keunikan nama Jurumudi melengkapi ragam toponimi bersejarah lain di Tangerang. Cerita serupa juga dijumpai pada Kelurahan Gondrong di Kecamatan Cipondoh yang dinamai dari kondisi rimbun masa lalu atau gaya rambut tokoh setempat, serta Kelurahan Bencongan di Kabupaten Tangerang yang namanya berasal dari tokoh keturunan Tionghoa yang dermawan, Ben Cong An.






