tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Kabut Asap Mengancam Bandara Kalimantan Selatan, BNPB Prioritaskan Penanganan Lahan 8.900 Hektar

Sri NugrohoDiterbitkan 23 Agu 2026 - 03.32 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kabut Asap Mengancam Bandara Kalimantan Selatan, BNPB Prioritaskan Penanganan Lahan 8.900 Hektar
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi menetapkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai prioritas utama. Langkah prioritas ini diambil menyusul timbulnya kabut asap tebal di sekitar area fasilitas transportasi udara, yang memicu kekhawatiran besar terhadap keselamatan publik dan kelancaran akses penerbangan regional. Berdasarkan data penanganan terkini, luas lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan tercatat telah mencapai 8.900 hektar, mencerminkan besarnya skala ancaman lingkungan yang sedang dihadapi di lapangan.

Eskalasi karhutla dengan luas kebakaran yang mencapai 8.900 hektar tersebut tidak hanya mengancam ekosistem setempat, namun juga menciptakan sebaran kabut asap yang bergerak mendekati infrastruktur vital. Menghadapi situasi genting ini, BNPB mengerahkan seluruh sumber daya dan berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah serta berbagai instansi terkait guna mengendalikan laju kebakaran dan menekan pembentukan kabut asap sesegera mungkin.

Prioritas Penanganan Karhutla di Wilayah Kalimantan Selatan

Penetapan Kalimantan Selatan sebagai fokus utama penanggulangan karhutla oleh BNPB didasari oleh ancaman langsung kabut asap terhadap aktivitas strategis daerah. Ketika kebakaran lahan meluas hingga mencakup area 8.900 hektar, pembentukan partikel asap menjadi sangat masif dan terkonsentrasi di berbagai penjuru wilayah. Dalam kondisi semacam ini, penanganan yang cepat, terpadu, dan terkoordinasi menjadi kebutuhan mendesak agar dampak buruk karhutla tidak semakin meluas.

Direktur Koordinasi Penanganan Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menegaskan komitmen pemerintah dalam menempatkan operasi pemadaman di Kalimantan Selatan pada tingkat urgensi tertinggi. Penanganan tidak sekadar berfokus pada upaya pemadaman api di permukaan tanah yang tampak secara visual, melainkan juga diarahkan pada pengendalian kabut asap yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat serta merusak kualitas lingkungan hidup di seluruh kawasan terdampak.

Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan ini dirancang melalui pendekatan yang menggabungkan operasi darat berskala besar dan dukungan armada udara yang berkesinambungan. Dengan mengintegrasikan seluruh elemen penanggulangan bencana, BNPB berupaya memastikan bahwa setiap jengkal lahan yang terbakar mendapatkan intervensi penanganan yang tepat sasaran, mulai dari pemadaman langsung, penyekatan jalur api, hingga proses pendinginan lanjutan.

Konsentrasi Titik Panas di Kawasan Ring 1 Dekat Bandara

Berdasarkan hasil pemantauan intensif di lapangan, sebaran titik panas (hotspot) dengan intensitas yang cukup tinggi di Kalimantan Selatan terkonsentrasi di kawasan Ring 1 yang berada sangat dekat dengan area bandara. Kawasan Ring 1 ini secara geografis mencakup tiga wilayah administratif penting, yaitu Kota Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut. Keberadaan titik panas dengan intensitas tinggi di ketiga wilayah tersebut menjadi perhatian paling krusial dalam operasi darurat kali ini.

Konsentrasi titik panas di kawasan Ring 1 memiliki risiko yang jauh lebih sensitif dibandingkan dengan titik kebakaran di kawasan terpencil. Hal ini dikarenakan kedekatan jarak antara lokasi kebakaran di Kota Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut dengan jalur pergerakan transportasi udara. Asap yang dihasilkan dari lahan-lahan yang terbakar di kawasan ini dapat langsung bergerak menyelimuti wilayah sekitar dan menurunkan kualitas pandangan udara secara drastis.

Oleh sebab itu, satuan tugas penanggulangan karhutla memusatkan perhatian operasional pada pengawasan zona Ring 1 tersebut. Pengawasan dan aksi pemadaman di Kota Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut dilakukan secara berkesinambungan guna memastikan kobaran api tidak terus bertambah besar dan produksi kabut asap dapat ditekan hingga ke tingkat yang paling minimal.

Dampak Nyata terhadap Visibilitas di Bandara Syamsudin Noor

Kemunculan titik api dan kabut asap pekat di wilayah Ring 1 memberikan dampak langsung terhadap aspek visibilitas atau jarak pandang di Bandara Syamsudin Noor. Dalam operasional penerbangan sipil, tingkat visibilitas merupakan faktor keselamatan yang paling mutlak, di mana penurunan jarak pandang mendatar akibat kabut asap dapat membahayakan proses lepas landas maupun pendaratan pesawat udara.

Gangguan kabut asap di sekitar Bandara Syamsudin Noor tersebut menjadi alasan utama mengapa penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dinaikkan menjadi prioritas penanganan darurat oleh BNPB. Keterbatasan jarak pandang tidak hanya berpotensi mengganggu ketepatan jadwal operasional transportasi udara, tetapi juga mengancam keselamatan seluruh penerbangan yang melayani rute dari dan menuju Kalimantan Selatan.

Operasional transportasi udara di Bandara Syamsudin Noor memegang peranan sentral dalam menunjang konektivitas logistik dan pergerakan masyarakat. Ketika kabut asap dari kebakaran lahan di Ring 1 mulai mengancam operasional bandara tersebut, BNPB dan seluruh tim gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman agresif di area-area terdekat untuk memulihkan jarak pandang yang aman bagi navigasi penerbangan.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Eskalasi Perhatian Satuan Darat dan Udara Sejak Tanggal 21

Peningkatan eskalasi kebakaran di wilayah Kalimantan Selatan mulai menjadi atensi serius yang ditangani secara intensif oleh satuan tugas darat maupun satuan tugas udara terhitung sejak tanggal 21. Pada waktu tersebut, data pemantauan menunjukkan adanya tren kenaikan aktivitas api di sejumlah titik rawan yang membutuhkan respons penanggulangan terkoordinasi secara langsung.

Brigjen TNI Djohan Darmawan menjelaskan bahwa sejak tanggal 21 tersebut, koordinasi antara unsur darat dan unsur udara diperkuat untuk merespons wilayah-wilayah yang apinya cenderung menunjukkan peningkatan intensitas. Sinergi ini memastikan bahwa setiap laporan kemunculan api baru atau perambatan api yang terdeteksi dapat segera ditindaklanjuti dengan tindakan pemadaman yang proporsional dan terarah.

Perhatian terhitung sejak tanggal 21 ini menandai dimulainya fase operasi penanganan yang lebih terstruktur dan agresif di Kalimantan Selatan. Sejak tanggal tersebut, pergerakan pasukan darat dan pengerahan armada udara diatur dalam satu komando penanganan terpadu demi mempercepat lokalisasi kebakaran di lahan seluas 8.900 hektar yang terdampak.

Mobilisasi Masif 9.800 Personel Gabungan dan Strategi Penyekatan

Untuk merespons luasan kebakaran yang telah mencapai 8.900 hektar, pemerintah mengerahkan kekuatan sumber daya manusia dalam jumlah yang sangat masif. Tercatat sekitar 9.800 personel gabungan telah dikerahkan ke lokasi-lokasi kebakaran di Kalimantan Selatan untuk melaksanakan operasi pemadaman dan pendinginan lahan secara menyeluruh di lapangan.

Kekuatan personel darat sebanyak 9.800 orang tersebut merupakan gabungan dari berbagai instansi dan elemen masyarakat, yang terdiri dari:

  • Unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI)
  • Unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)
  • Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Manggala Agni)
  • Berbagai kelompok relawan kebencanaan

Personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan para relawan ini bekerja tanpa henti di garis depan pemadaman. Selain berhadapan langsung dengan kobaran api, tim darat menjalankan strategi penyekatan lahan yang sangat krusial. Penyekatan ini dilakukan secara sistematis untuk memutus alur bahan bakar dan mencegah api semakin meluas merambat menuju kawasan hutan lindung maupun wilayah pemukiman warga.

Perlindungan terhadap pemukiman warga dan hutan lindung menjadi sasaran utama dalam misi penyekatan yang dilakukan oleh 9.800 personel gabungan tersebut. Dengan membuat sekat pembatas yang efektif, potensi kerugian yang lebih luas pada kawasan konservasi alam dan ancaman terhadap keselamatan pemukiman penduduk di sekitar lokasi karhutla dapat dicegah sedini mungkin.

Pengoperasian Sembilan Helikopter untuk Patroli, OMC, dan Water Bombing

Selain mengerahkan ribuan personel di sektor darat, BNPB mengoperasikan kekuatan udara yang signifikan guna memaksimalkan pengendalian kebakaran dari atas. Sebanyak 9 unit helikopter dikerahkan dan dioperasikan secara penuh untuk menjalankan tiga fungsi utama yang saling melengkapi, yaitu patroli udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemboman air (water bombing).

Keberadaan 9 unit helikopter ini memberikan fleksibilitas operasional yang tinggi bagi satuan tugas penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan. Fungsi patroli udara memungkinkan tim untuk mendeteksi sebaran titik api dan pergerakan arah kabut asap secara cepat, sehingga informasi lapangan dapat langsung diteruskan ke pos komando dan pasukan darat.

Sementara itu, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) menggunakan helikopter ditujukan untuk menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung terjadinya hujan di atas area lahan yang mengalami kekeringan dan kebakaran. Di sisi lain, helikopter dengan misi pemboman air (water bombing) difungsikan untuk menjatuhkan air dalam jumlah besar secara langsung ke titik-titik api yang sulit dijangkau oleh regu pemadam darat di area 8.900 hektar tersebut.

Baca Juga

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Integrasi antara patroli udara, OMC, dan water bombing melalui 9 unit helikopter ini menjadi pilar utama dalam mendukung kerja keras 9.800 personel di darat. Kombinasi intervensi udara dan darat ini memastikan bahwa titik-titik api yang berada di kawasan Ring 1 dekat bandara dapat dipadamkan secara lebih cepat dan efektif.

Pemetaan Bandara Alternatif Bekas Pertamina di Tabalong Tanjung

Guna menunjang efisiensi operasional udara, BNPB melakukan langkah pemetaan strategis terkait pemanfaatan fasilitas bandara alternatif di daerah Tabalong, Tanjung. Fasilitas yang dipetakan tersebut merupakan bandara yang dulunya milik Pertamina dan dinilai memiliki lokasi strategis untuk menopang pergerakan armada helikopter pemadam.

Brigjen TNI Djohan Darmawan memaparkan bahwa pemetaan terhadap bandara alternatif bekas Pertamina di Tabalong ini bertujuan untuk mendekatkan pangkalan operasi dengan wilayah sebaran pemboman air dan memudahkan mobilisasi pemadaman karhutla. Letak pangkalan alternatif di Tabalong, Tanjung ini juga terhitung tidak jauh dari Bandara Syamsudin Noor, sehingga memudahkan koordinasi operasional penerbangan darurat.

Pemanfaatan fasilitas bandara alternatif di Tabalong tersebut dirancang untuk mengoptimalkan rotasi terbang helikopter yang bertugas melakukan pemboman air. Dengan memanfaatkan pangkalan yang lebih dekat dengan sejumlah kantong titik api, mobilisasi logistik dan pengisian bahan maupun air dapat berjalan lebih efisien, tanpa mengganggu kepadatan lalu lintas penerbangan reguler di Bandara Syamsudin Noor.

Langkah pemetaan ini menjadi bagian penting dari perencanaan logistik jangka panjang BNPB dalam menangani karhutla di Kalimantan Selatan, memastikan seluruh armada udara yang beroperasi memiliki fleksibilitas pangkalan aju yang memadai selama operasi darurat berlangsung.

Keharusan Prosedur Pendinginan Menghadapi Ancaman Embusan Angin

Salah satu aspek paling penting yang ditekankan dalam operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan adalah keharusan melaksanakan proses pendinginan lahan secara tuntas. Direktur Koordinasi Penanganan Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan secara khusus mengingatkan seluruh tim di lapangan agar tidak menghentikan operasi begitu api di permukaan tampak padam.

Proses pendinginan tetap wajib dilakukan meskipun laporan pemantauan di lapangan menunjukkan adanya penurunan intensitas api yang signifikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa titik-titik panas di dalam tanah benar-benar padam secara sempurna dan tidak menyisakan bara api yang tersembunyi di bawah permukaan lahan.

Pembasahan dan pendinginan yang mendalam sangat krusial untuk mengantisipasi potensi penyalaan kembali api akibat embusan angin. Di lahan yang telah terbakar seluas 8.900 hektar, embusan angin kencang dapat dengan mudah memicu bara api yang belum padam total untuk kembali menyala menjadi kobaran api baru yang membesar.

Dengan disiplin menjalankan prosedur pendinginan lahan, 9.800 personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan berupaya memastikan kawasan yang telah dipadamkan, khususnya di kawasan Ring 1 dekat Bandara Syamsudin Noor, Kota Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut, benar-benar bersih dari ancaman kebakaran susulan dan kabut asap.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

karhutlabnpbKalimantan Selatan

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap