KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada publik sekaligus melakukan investigasi teknis mendalam usai insiden anjloknya sarana KRL pada rute Bogor–Jakarta Kota pada Jumat (4/9). Operator memastikan rangkaian yang bermasalah kini langsung ditarik dari peredaran untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh demi menjamin keselamatan operasional.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengungkapkan bahwa dua peristiwa anjlok yang terjadi pada pagi dan siang hari tersebut dialami oleh rangkaian sarana yang sama. Peristiwa pertama bermula saat KRL No. 1203 relasi Bogor–Jakarta mengalami anjlok di area Stasiun Jakarta Kota pada Jumat pagi.
Gangguan pada jam sibuk pagi tersebut sempat memicu kendala perjalanan pada koridor utama Jabodetabek. Berdasarkan catatan operasional KAI Commuter, sebanyak 21 perjalanan Commuter Line relasi Bogor terdampak keterlambatan imbas proses evakuasi dan pengamanan jalur di Jakarta Kota.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Setelah penanganan pagi selesai, sarana KRL yang sama kembali mengalami insiden anjlok pada Jumat siang di Stasiun Manggarai. Peristiwa kedua ini terjadi di Jalur 7, yaitu jalur rel yang mengarah ke fasilitas bengkel perawatan milik PT KAI, Balai Yasa Manggarai.
Leza menjelaskan bahwa anjloknya rangkaian di Manggarai berlangsung ketika sarana tersebut sedang dalam proses pemindahan menuju area Overhaul di Balai Yasa Manggarai untuk perbaikan. Karena terjadi di jalur penghubung bengkel perawatan, insiden kedua ini tidak mengganggu mobilitas perjalanan kereta penumpang reguler.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Layanan penumpang di Stasiun Manggarai dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Seluruh alur keberangkatan, kedatangan kereta, hingga proses naik dan turun pengguna jasa di peron terpantau berlangsung normal tanpa penumpukan akibat kejadian di Jalur 7 tersebut.
Sebagai langkah antisipasi dan standar mitigasi operasional, KAI Commuter menegaskan bahwa rangkaian kereta tersebut kini menjalani inspeksi menyeluruh pada seluruh komponen teknisnya. Pemeriksaan mendalam difokuskan untuk mengidentifikasi penyebab pasti sebelum sarana dinyatakan layak kembali melayani perjalanan penumpang.






