PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama PT Industri Kereta Api (Persero) terus menyelesaikan perawatan tujuh rangkaian (trainset) KRL seri iE305/CLI 225. Proses perbaikan sarana transportasi publik ini dipastikan rampung secara bertahap hingga awal Oktober 2026 guna mendukung keandalan operasional Commuter Line Jabodetabek.
Untuk memantau langsung progres teknis serta mengoordinasikan percepatan penyelesaian pekerjaan, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin melakukan kunjungan kerja ke fasilitas pabrik INKA di Madiun. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kereta memenuhi standar keselamatan dan kelayakan sebelum kembali beroperasi penuh melayani penumpang.
Jadwal Penyelesaian dan Serah Terima Rangkaian
Dari total tujuh rangkaian yang masuk dalam program perawatan di Madiun, satu trainset KRL iE305/CLI 225 kini telah berada di tahap akhir pengecekan dan ditargetkan siap beroperasi dalam pekan ini.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sementara itu, enam trainset lainnya dijadwalkan selesai dalam dua tahap:
- Sebanyak tiga trainset ditargetkan menyelesaikan masa perawatan pada 25 September 2026.
- Tiga trainset berikutnya dijadwalkan rampung pada 9 Oktober 2026.
Setiap rangkaian yang telah melalui seluruh proses pemeriksaan teknis dan dinyatakan laik operasi akan langsung diserahterimakan kepada KAI Commuter untuk segera memperkuat armada layanan harian di wilayah aglomerasi Jabodetabek.
Pertumbuhan Mobilitas dan Perluasan Jaringan Stasiun
Percepatan kesiapan sarana KRL ini menjadi bagian dari antisipasi lonjakan volume penumpang di kawasan perkotaan. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, jumlah pengguna KRL Jabodetabek mengalami peningkatan yang signifikan, naik dari 257 juta pelanggan pada 2015 menjadi 401 juta pelanggan pada 2025.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Pertumbuhan tersebut masih berlanjut pada tahun berjalan. Pada periode Januari hingga Agustus 2026, volume pengguna layanan kereta komuter telah mencapai angka 277,2 juta pelanggan.
Kesiapan armada juga ditujukan untuk mengimbangi ekspansi infrastruktur jalur komuter. Jangkauan layanan Commuter Line Jabodetabek tercatat mengalami perluasan, bertambah dari 71 stasiun yang beroperasi pada 2015 menjadi 85 stasiun aktif pada 2026 guna memfasilitasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang kian meluas.






