PT Kereta Api Indonesia (Persero) mematangkan peta jalan transformasi perusahaan menuju World-Class Railway Operator and Ecosystem Orchestrator melalui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030. Langkah strategis ini dirancang untuk menyatukan rantai operasional angkutan penumpang, logistik, penguatan aset, adopsi teknologi, serta prinsip keberlanjutan ke dalam satu jaringan yang terintegrasi.
Kinerja operasional sepanjang Januari hingga Juli 2026 menunjukkan tren kenaikan volume mobilitas masyarakat. KAI Group tercatat melayani 307.860.743 pelanggan pada periode tersebut, bertumbuh 8,32 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatatkan 284.202.884 pelanggan.
Kontribusi penumpang terbesar disumbang oleh KAI Commuter dengan volume 242.932.764 pelanggan atau meningkat 6,65 persen. Sementara itu, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal melayani 35.257.646 penumpang dengan pertumbuhan 7,63 persen, serta operasional LRT Jabodebek mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 20,96 persen dengan total 19.079.347 pelanggan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Perluasan Angkutan Logistik dan Akselerasi Digital
Selain menggerakkan sektor mobilitas orang, lini angkutan barang KAI membukukan volume 32,50 juta ton pada semester I 2026. Angka tersebut terbagi atas komoditas batu bara sebanyak 26,53 juta ton serta muatan nonbatu bara sebesar 5,96 juta ton.
Pengembangan ekosistem perkeretaapian ini ditopang oleh percepatan kanal digital guna mempermudah akses layanan. Hingga 2026, basis pengguna aplikasi Access by KAI telah mencapai 29.87 juta pengguna dengan Monthly Active Users (MAU) berada di angka 8,92 juta pengguna. Pemanfaatan platform digital tersebut tecermin dari porsi transaksi pelanggan melalui kanal digital yang mencapai 76,49 persen pada semester I 2026.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Efisiensi Energi dan Infrastruktur Berkelanjutan
Komponen keberlanjutan dalam transformasi 2030 turut mencakup efisiensi konsumsi energi operasional. Pada 2025, konsumsi energi KAI tercatat sebesar 10.107.302 gigajoule (GJ), mengalami penurunan 15,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Upaya transisi energi hijau di lingkungan operasional perkeretaapian juga didukung oleh pemanfaatan energi terbarukan. KAI telah mengoperasikan sebanyak 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di 92 lokasi, dengan total kapasitas daya terpasang mencapai 4.430,65 kWp.






