Tim SAR gabungan mengerahkan kapal penyelamat guna menyisir perairan Selat Sunda menyusul laporan hilangnya rombongan media saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Operasi kemanusiaan ini melibatkan puluhan personel kepolisian dan tim penyelamat daerah setelah kontak dengan rombongan terputus sejak Senin (7/9).
Polda Banten mengonfirmasi pengerahan armada penyelamat tersebut. Dalam operasi ini, Basarnas Banten menurunkan 16 personel, didukung oleh lima personel Ditpolairud Polda Banten dan dua personel KP Sanjaya dari Mabes Polri. Total ada 23 personel yang diberangkatkan dalam misi pencarian ini.
Pergerakan Armada KN Tetuka dan Titik Pencarian
Untuk menyisir area perairan luas, Basarnas mengoperasikan Kapal KN Tetuka. Kapal tersebut berlayar dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju perairan Carita sebelum bergerak langsung ke titik koordinat sasaran. Berdasarkan rencana operasi, armada ini dijadwalkan bertugas menyisir laut selama tiga hari.
Titik dugaan terakhir keberadaan korban teridentifikasi di perairan Selat Sunda, wilayah Kabupaten Pandeglang. Lokasi tersebut berjarak sekitar 9,98 nautical mile (NM) dari RIB 02 BTN, dengan perkiraan waktu tempuh kapal sekitar 40 menit menuju area sasaran.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kronologi Hilang Kontak Rombongan Peliputan
Rombongan diketahui bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menaiki kapal cepat (speedboat) untuk mendokumentasikan erupsi Gunung Anak Krakatau. Komunikasi masih sempat berjalan pada pukul 14.42 WIB ketika salah satu anggota rombongan mengirimkan titik koordinat posisi terakhir ke rekannya. Namun, memasuki pukul 15.04 WIB, seluruh saluran komunikasi terputus sepenuhnya.
Berdasarkan data sementara, terdapat lima jurnalis di dalam rombongan tersebut:
- M. Bagus Khoirunnas (LKBN Antara)
- Ari Basuki (Merdeka)
- Yudhis (iNews)
- Daus (Anadolu Agency)
- Donal (jurnalis lepas/freelance)
Selain kelima jurnalis tersebut, petugas mencatat terdapat dua orang lainnya di atas kapal yang saat ini masih dalam proses identifikasi dan pendataan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kondisi Cuaca dan Tantangan Abu Vulkanik
Operasi pencarian di perairan Selat Sunda menghadapi tantangan lingkungan akibat erupsi. Jarak pandang di sekitar area pencarian dilaporkan terbatas menjadi sekitar satu mil laut akibat sebaran abu vulkanik yang membubung dari kawah gunung api.
Meski demikian, parameter maritim lainnya tercatat cukup mendukung manuver armada. Cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dengan embusan angin dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 16,7 knot. Sementara itu, ketinggian gelombang laut terpantau relatif sedang di kisaran 0,4 hingga 1 meter selama operasi penyisiran berlangsung.






