Kekeringan ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Eropa Tengah menurunkan debit air Sungai Sava di Serbia hingga menyentuh rekor terendah. Kondisi tersebut menyingkap bangkai kapal uap berusia 113 tahun peninggalan era Perang Dunia II yang telah tiga kali karam di dasar sungai tersebut.
Surutnya permukaan air secara drastis membuat struktur bangkai kapal terlihat jelas di atas permukaan tanah yang mengering. Fenomena ini menarik perhatian warga setempat, yang memanfaatkan area dasar sungai kering untuk mendekat, berjalan mengitari kerangka kapal, hingga menggelar piknik di lokasi yang biasanya terendam air.
Riwayat Tiga Kali Karam di Masa Perang
Kapal tunda bertenaga uap ini memiliki sejarah panjang sejak masa Kekaisaran Austro-Hungaria. Dibuat pada 1913 di Budapest dengan nama "Vag", kapal tersebut di kemudian hari berganti nama menjadi "Slovenac".
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Profesor sejarah Aleksandar Zivoti menjelaskan bahwa kapal tersebut sempat disita dan dioperasikan oleh pihak Nazi Jerman sebelum akhirnya tenggelam pada 1944. Pasukan Yugoslavia kemudian berhasil mengangkat kapal itu dari dasar air, namun kapal kembali karam tidak lama setelahnya.
Setelah diangkat untuk kedua kalinya, kapal kembali difungsikan oleh pasukan Yugoslavia hingga masa-masa akhir peperangan. Riwayat operasional kapal berakhir permanen pada minggu-minggu terakhir Perang Dunia II setelah menabrak ranjau air dan tenggelam untuk ketiga kalinya.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Dampak Kekeringan Ekstrem di Eropa Tengah
Penampakan sisa-sisa badan kapal sebetulnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi warga sekitar saat debit air menyusut. Namun, menurut Aleksandar Zivoti, musim panas yang sangat kering tahun ini menyingkap bagian badan kapal dalam jumlah yang jauh lebih luas dari biasanya, termasuk bagian interior kapal yang sebelumnya selalu tertutup air.
Penurunan permukaan sungai akibat gelombang panas dan kekeringan rekor di Eropa Tengah tidak hanya memunculkan bangkai kapal Slovenac. Di sejumlah titik aliran sungai lain di kawasan tersebut, surutnya air turut menyingkap sisa-sisa reruntuhan masa lalu serta sejumlah bom peninggalan perang yang belum sempat meledak.






