Militer Amerika Serikat (AS) terus memperkuat strategi maritimnya dengan mengandalkan kapal tanpa awak untuk memperluas jangkauan serangan laut serta menembus wilayah musuh secara efektif. Dua inisiatif utama yang menjadi pilar modernisasi ini mencakup Large Unmanned Surface Vessel (LUSV) dan armada purwarupa Overlord Unmanned Surface Vessels (OUSV).
Peran LUSV dan Batasan Kendali Senjata
Berdasarkan keterangan Naval Sea Systems Command (NAVSEA), LUSV dirancang dengan fokus utama untuk memperbesar kapasitas serangan di laut (afloat strike) serta mendukung peperangan anti-permukaan (anti-surface warfare). Kehadiran wahana tanpa awak berukuran besar ini berfungsi memperkuat daya gempur kapal perang berawak konvensional di garis depan.
Meskipun LUSV dibekali teknologi navigasi otonom yang memungkinkannya berlayar mandiri, sistem persenjataannya tidak beroperasi secara otomatis. NAVSEA menetapkan bahwa seluruh prosedur pelepasan senjata (weapons employment) wajib diperintahkan dan dikendalikan langsung dari jarak jauh oleh personel di kapal induk berawak maupun stasiun kontrol darat. Faktor manusia tetap dilibatkan secara aktif, baik sebagai operator pengendali langsung (in the loop) maupun pengawas manuver dan mesin (on the loop).
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Uji Coba Lapangan Melalui Program OUSV
Sebagai bagian dari pematangan teknologi kapal tanpa awak, AS menjalankan program purwarupa OUSV yang dikelola oleh Program Executive Office Unmanned and Small Combatants (PEO USC). Dalam implementasinya, operasional OUSV dijalankan melalui kolaborasi antara kontraktor industri pertahanan bersama Surface Development Group ONE (SURFDEVGRU 1) dan Unmanned Surface Vessel Squadron ONE (USVRON 1).
Kolaborasi tersebut difokuskan untuk merumuskan konsep operasi, prosedur taktis, serta integrasi teknologi ke dalam armada tempur utama. OUSV didesain memiliki fleksibilitas tinggi sehingga sanggup berlayar sendiri maupun bergerak dalam formasi bersama kapal tempur berawak.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Keandalan operasional OUSV telah diuji dalam sejumlah misi maritim penting, termasuk keterlibatannya pada latihan bersama skala besar Rim of the Pacific (RIMPAC) tahun 2022. Selain itu, kapal purwarupa ini telah dikerahkan ke wilayah Pasifik Barat, mencakup kawasan perairan Jepang hingga Australia dalam rangkaian latihan militer Autonomous Warrior.






