Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri pembukaan pameran seni rupa karya seniman Nasirun yang bertajuk "Bersimpuh di Kaki Para Guru" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.
Kehadiran Kapolri dalam acara pembukaan tersebut menjadi bentuk apresiasi nyata terhadap seni dan budaya Indonesia. Kehadiran ini juga mencerminkan dukungan terhadap para seniman yang terus berkomitmen merawat warisan budaya, menghormati jasa para pendahulu, serta menghadirkan nilai-nilai tradisi dalam karya seni yang tetap relevan dengan dinamika dan perkembangan zaman.
Penghormatan Nasirun kepada Para Guru dan Pendahulu
Pameran "Bersimpuh di Kaki Para Guru" diselenggarakan sebagai wujud penghormatan tulus Nasirun kepada para guru dan perupa pendahulu. Para tokoh tersebut telah memberikan inspirasi besar serta berperan penting dalam membentuk perjalanan kesenian Nasirun selama berkiprah di dunia seni rupa.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Nasirun sendiri dikenal sebagai salah satu pelukis kontemporer terkemuka di Indonesia yang secara konsisten mengangkat unsur kebudayaan Jawa, kedalaman spiritualitas, serta berbagai persoalan sosial ke dalam karya-karyanya. Karakteristik ini tecermin kuat dalam kurasi karya yang dihadirkan di Galeri Nasional Indonesia.
Sejumlah karya lintas periode yang ditampilkan dalam pameran ini antara lain:
- Persembahan untuk Bathara Guru (1999)
- Komidi Putar Pasar Malam (2010)
- Tahta untuk Petruk (2015)
- Realis yang Semurni-murninya (2018)
- Kopiah Pertama yang Dilukis Nasirun (2023)
Jadwal dan Waktu Kunjungan Pameran
Pameran "Bersimpuh di Kaki Para Guru" dapat dikunjungi oleh masyarakat umum mulai 13 September hingga 11 Oktober 2026 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pihak penyelenggara mengatur jam operasional kunjungan sebagai berikut:
- Selasa hingga Kamis: Pukul 10.00 – 18.00 WIB
- Jumat hingga Minggu: Pukul 10.00 – 20.00 WIB
- Senin: Tutup untuk umum
Melalui pameran ini, masyarakat dapat menyaksikan langsung rekam jejak artistik Nasirun sekaligus mengapresiasi karya seni kontemporer yang berakar kuat pada nilai-nilai tradisi dan penghormatan kepada para pendahulu seni rupa Indonesia.






