Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta para pemilik usaha untuk tidak lagi menempatkan pekerja sekadar sebagai pelengkap produksi, melainkan menjadikannya mitra kerja sekaligus bagian dari keluarga. Pendekatan hubungan industrial yang guyub dinilai krusial untuk menjaga ketahanan iklim industri di tengah tekanan situasi global.
Pesan tersebut disampaikan Jenderal Listyo Sigit saat menghadiri konsolidasi akbar Konfederasi Serikat Pekerja Metal Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (11/9). Agenda tersebut turut dihadiri oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal, jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, serta Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri.
Pergeseran Pola Hubungan Industrial
Jika dinamika ketenagakerjaan kerap diwarnai ketegangan antara manajemen dan pekerja, Kapolri menekankan perlunya perubahan paradigma menuju kerja sama yang lebih erat. Kondisi geopolitik dan ekonomi global saat ini membawa imbas langsung terhadap kebijakan dan stabilitas berbagai negara, termasuk Indonesia. Mengelola tantangan eksternal tersebut membutuhkan kesolidan internal dari seluruh pemangku kepentingan industri.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menurut Sigit, penyelesaian masalah industrial secara dialogis menjadi kunci utama agar aktivitas di kawasan industri tetap berjalan tertib. Suasana yang kondusif di lapangan akan memberikan rasa aman bagi operasional manufaktur sekaligus melindungi kepentingan para pekerja.
Menopang Potensi 5,9 Juta Lapangan Kerja Baru
Kondusifitas di kawasan industri juga berkaitan erat dengan kelancaran agenda hilirisasi nasional yang tengah digencarkan pemerintah. Hilirisasi di sektor bauksit, otomotif, hingga baterai kendaraan listrik (EV) membutuhkan kepastian operasional agar rantai pasok dalam negeri dapat terbangun secara optimal.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Proyek-proyek hilirisasi tersebut diproyeksikan membuka sekitar 5,9 juta peluang lapangan kerja baru di berbagai daerah. Peluang penyerapan tenaga kerja dalam skala besar ini dinilai hanya bisa terwujud apabila iklim investasi terjaga dan setiap persoalan hubungan industrial diselesaikan secara konstruktif dan musyawarah.






