Polda Metro Jaya secara resmi telah mengambil langkah tegas dengan menaikkan status perkara kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh seorang dokter kecantikan, Oky Pratama, dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Perkara hukum ini bermula dari adanya aksi pengiriman sejumlah karangan bunga ke beberapa lokasi yang dinilai sangat merugikan pihak pelapor secara personal maupun profesional. Peningkatan status penanganan perkara ini diputuskan setelah pihak kepolisian melakukan evaluasi mendalam dan menemukan adanya dugaan kuat unsur pidana di dalam peristiwa yang dilaporkan tersebut. Langkah ini menjadi penanda penting dalam proses penegakan hukum atas insiden yang berkaitan dengan perlindungan reputasi dan kenyamanan warga negara.
Kasus pengiriman karangan bunga ini pertama kali masuk ke ranah hukum ketika Oky Pratama memutuskan untuk melayangkan laporan resmi kepada pihak kepolisian di Markas Polda Metro Jaya. Laporan dari dokter kecantikan tersebut tercatat dilayangkan pada tanggal 28 Agustus 2025. Pihak kepolisian telah menerima dan meregistrasi pengaduan tersebut secara resmi dengan nomor dokumen LP/B/6090/VIII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA. Dalam dokumen laporannya, pihak pelapor secara spesifik mengadukan tindakan pengiriman karangan bunga yang diduga kuat berisi muatan fitnah serta pencemaran nama baik. Lebih jauh lagi, karangan bunga yang dikirimkan ke tempat pelapor tersebut juga dinilai memuat pesan-pesan yang secara jelas mengandung unsur teror serta tindakan intimidasi.
Sebelum akhirnya memutuskan untuk menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan, tim penyidik Polda Metro Jaya sejatinya telah berupaya menempuh prosedur penyelesaian masalah secara persuasif sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihak kepolisian mengambil inisiatif untuk memfasilitasi proses mediasi yang diharapkan dapat mempertemukan antara pihak pelapor dan pihak terlapor guna mencari jalan keluar terbaik. Agenda pertemuan mediasi tersebut telah dijadwalkan dan diupayakan pelaksanaannya oleh penyidik pada tanggal 8 Januari 2026. Akan tetapi, proses mediasi ini sama sekali tidak dapat dilaksanakan dan berujung pada kebuntuan. Kegagalan mediasi ini terjadi lantaran pihak terlapor, yang diketahui dalam laporan berinisial HPS dan W, tidak hadir untuk memenuhi panggilan mediasi yang telah difasilitasi oleh pihak kepolisian.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menyusul tidak berjalannya upaya mediasi tersebut, penyidik Polda Metro Jaya terus melanjutkan proses hukum dengan melakukan pendalaman perkara dan mengumpulkan berbagai keterangan yang relevan dari lapangan. Dalam proses pengusutan kasus dugaan teror karangan bunga ini, pihak kepolisian tercatat telah memanggil dan melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 25 orang saksi. Pemeriksaan terhadap puluhan saksi ini merupakan bagian integral dari prosedur pengumpulan alat bukti untuk mengonfirmasi secara detail kronologi kejadian serta mengukur dampak dari pengiriman karangan bunga tersebut. Keterangan komprehensif yang diperoleh dari 25 saksi ini pada akhirnya memperkuat dasar argumentasi bagi penyidik dalam menyimpulkan keberadaan unsur pidana yang dilaporkan oleh korban.
Terkait dengan perkembangan status penanganan perkara ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, turut memberikan penjelasan resmi kepada publik. Ia menegaskan bahwa peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan dilakukan secara objektif setelah tim penyidik menemukan dugaan kuat adanya tindak pidana dalam kasus pengiriman karangan bunga tersebut. Sebagai langkah tindak lanjut dari proses penyidikan ini, Kombes Iman Imanuddin menyatakan bahwa pihak kepolisian akan segera menyelenggarakan agenda gelar perkara. Pelaksanaan gelar perkara tersebut memiliki tujuan utama untuk menentukan dan menetapkan sosok tersangka yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban hukum secara penuh atas peristiwa pidana tersebut.
Serda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus Dihilangkan

Proses penanganan serta transparansi kasus ini juga terus dikawal oleh jajaran fungsional Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memberikan konfirmasi bahwa laporan yang dibuat oleh Oky Pratama memang berkaitan erat dengan peristiwa di mana rumah atau tempatnya menerima kiriman bunga papan yang mengandung muatan seperti teror dan intimidasi. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Onkoseno, juga membenarkan bahwa perkara tersebut saat ini telah sah memasuki tahapan penyidikan seiring dengan tuntasnya pemeriksaan terhadap 25 orang saksi. Dengan naiknya status perkara ini, pihak kepolisian kini berfokus pada penyelesaian tahapan penyidikan guna memberikan kepastian hukum atas kasus yang dialami oleh dokter kecantikan tersebut.






