Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas di wilayah Provinsi Riau berdampak signifikan terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut telah menembus lebih dari 11 ribu kasus.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Riau, tercatat sebanyak 11.370 kasus ISPA terjadi dalam rentang waktu 1 hingga 14 September. Ribuan kasus gangguan pernapasan tersebut tersebar di 12 kabupaten dan kota di seluruh Riau.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengonfirmasi bahwa tingginya angka kesakitan tersebut berkaitan langsung dengan paparan dampak karhutla. Menurut keterangannya, total kasus ISPA akibat karhutla selama periode 1 sampai 14 September mencapai sekitar 11.000 kasus.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Tren Peningkatan dan Puncak Kasus
Peningkatan kasus ISPA di Riau sejatinya telah terpantau sejak 19 Agustus lalu. Pada periode awal tersebut, laporan kasus ISPA baru terdeteksi di empat wilayah yang terdampak karhutla, yaitu Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Pekanbaru. Namun, seiring dengan meluasnya karhutla, sebaran kasus bertambah ke seluruh wilayah kabupaten dan kota di Riau.
Dalam perkembangannya, puncak lonjakan penambahan kasus ISPA terjadi pada 10 September. Pada tanggal tersebut, tercatat penambahan kasus harian tertinggi dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru dalam satu hari.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Penanganan Pasien di Tingkat Puskesmas
Kendati jumlah penderita ISPA menembus belasan ribu orang, Dinas Kesehatan Riau memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan pasien ISPA yang memerlukan rujukan ke rumah sakit. Seluruh warga yang mengalami gejala ISPA masih dapat tertangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Zulkifli menjelaskan bahwa para pasien mendapatkan layanan konsultasi dan penanganan awal di tingkat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Pihak Dinas Kesehatan Riau juga terus menghimpun perkembangan data terkait kasus ISPA tersebut untuk dilaporkan secara berkala kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).






