PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan bantuan darurat bagi warga serta nasabah PNM Mekaar yang terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Bencana kebakaran tersebut sebelumnya melahap ratusan rumah tradisional suku Sasak dan memaksa warga menyelamatkan diri tanpa sempat membawa harta benda. Selain tempat tinggal, peralatan menenun, kios cinderamata, hingga stok produk kerajinan seperti kain songket dan selendang khas Sasak ikut musnah, sehingga melumpuhkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Desa Adat Sade merupakan salah satu sentra wisata budaya di Lombok tempat banyak perempuan mengandalkan keahlian menenun sebagai tumpuan ekonomi keluarga melalui pembiayaan kelompok PNM Mekaar. Terbakarnya sarana produksi membuat aktivitas usaha mikro di kawasan tersebut terhenti total.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menanggapi situasi tersebut, tim PNM Peduli diterjunkan langsung ke lapangan guna memetakan kebutuhan mendesak para korban. Dari hasil peninjauan, perlengkapan rumah tangga untuk memasak, makan, dan kebutuhan harian dasar menjadi prioritas utama mengingat seluruh perabot warga telah habis terbakar. Bantuan logistik langsung disalurkan kepada warga terdampak kurang dari satu pekan pascainsiden.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pendampingan terhadap nasabah tidak berhenti pada pemenuhan bantuan tanggap darurat saja.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

"Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, kami akan terus melihat kebutuhan lanjutan, termasuk bagaimana nasabah dapat kembali menjalankan aktivitas dan usahanya," ujar Kindaris dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Langkah lanjutan ini difokuskan untuk memulihkan kembali kapasitas produksi dan kemandirian usaha para perajin tenun di Desa Sade agar dapat kembali bangkit pascabencana.






