Kawasan hutan di lereng Gunung Merapi yang diduga masuk dalam area Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dilaporkan mengalami kebakaran. Insiden tersebut dipicu langsung oleh luncuran awan panas guguran yang menyentuh batas vegetasi.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Heri Wibowo, mengonfirmasi kejadian tersebut berdasarkan data pemantauan aktivitas vulkanik dari BPPTKG. Luncuran awan panas guguran tercatat berlangsung pada Jumat (28/8) pukul 21.22 WIB.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Aktivitas vulkanik tersebut mengarah ke barat daya menuju hulu Kali Sat/Putih dengan estimasi jarak luncur mencapai 2.000 meter. Peristiwa ini terekam dengan durasi 116,97 detik dan amplitudo maksimal 87,74 mm. Material awan panas yang mencapai batas vegetasi menyebabkan area pepohonan dan tumbuhan di sekitarnya terbakar.
Kendati sempat memicu kobaran api, pantauan visual dari petugas di Posko Kebakaran Hutan pada Jumat malam mengindikasikan bahwa api tidak berkembang meluas ke area hutan lainnya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pihak Balai TNGM juga menerima laporan dari masyarakat terkait adanya titik api di area Babadan yang terletak di sisi barat laut hingga utara lereng Merapi. Berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, titik api di sekitar lokasi tersebut telah padam sepenuhnya, meskipun sisa kepulan asap sempat terlihat.






