Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Bogor, belum sepenuhnya padam setelah tiga hari penanganan. Peristiwa ini bermula dari kebakaran lahan warga pada Senin (7/9) sore yang kemudian merambat ke tumpukan sampah pada malam harinya.
Hingga saat ini, puluhan personel gabungan masih terus berupaya memadamkan sisa api yang terkonsentrasi di sisi utara gunungan sampah. Lokasi TPA Galuga sendiri difungsikan sebagai tempat pengelolaan sampah bersama dengan kepemilikan lahan dari Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Faktor Cuaca dan Medan Berbukit Hambat Pemadaman
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menjelaskan sejumlah kendala utama yang memperlambat upaya pemadaman di area gunungan sampah tersebut. Faktor hembusan angin kencang dan kondisi cuaca membuat bara api yang sempat padam sangat mudah menyala kembali.
Selain faktor cuaca, keterbatasan pasokan air di lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas damkar. Asap pekat juga membatasi jarak pandang operasional di lapangan, sehingga operator alat berat harus ekstra waspada saat bergerak di atas kontur tumpukan sampah yang berbukit dan berisiko longsor akibat potensi rongga kosong di lapisan bawah.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim gabungan menerapkan taktik pembuatan lerengan pembatas agar titik api terlokalisasi dan tidak menjalar ke area lain. Petugas juga mengerahkan alat berat seperti beko dan dump truck guna membolak-balikkan timbunan sampah sehingga proses pembasahan titik bara api di bagian dalam dapat berjalan lebih efektif.






