Kepulan asap pekat akibat kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) liar kawasan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Setelah kobaran api berlangsung selama 24 jam penuh, warga di sekitar lokasi mulai mengeluhkan sesak napas akibat pekatnya bau asap yang menyelimuti pemukiman.
Lisna Hasbullah, salah seorang warga Kampung Cibeka, menyampaikan bahwa bau asap menyengat sudah menyebar hingga radius 700 meter dari titik kebakaran sampai ke rumah warga. Selain asap tebal, kobaran api masih tampak jelas dari pemukiman berjarak 400 meter, disertai bunyi letupan menyerupai petasan dari tumpukan sampah yang terbakar.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea, titik api pertama kali terpantau oleh warga di Kampung Pranje, Desa Waringinkurung, pada Jumat (28/8) sekitar pukul 18.00 WIB. Lahan tersebut awalnya merupakan area bekas galian bata yang kemudian beralih fungsi menjadi lokasi pembuangan sampah liar, dengan mekanisme penimbunan tanah setiap kali volume sampah penuh.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Upaya pemadaman total di lokasi hingga kini menghadapi kendala ketiadaan alat berat. Kapolsek Waringinkurung Iptu Hari Purwanto menjelaskan bahwa penyiraman air saja tidak cukup efektif mematikan bara di lapisan bawah, karena api kerap kembali menyala dalam kurun waktu satu jam setelah disiram. Untuk mencegah dampak yang lebih luas, petugas Damkar Kabupaten Serang terus berupaya melokalisasi perimeter api agar kobaran tidak merambat ke area permukiman warga.






