Kebakaran tumpukan sampah yang melanda kawasan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), masih menyisakan kepulan asap tebal hingga Jumat (4/9). Peristiwa yang bermula sejak Kamis (3/9) tersebut menghadapi kendala pemadaman yang cukup kompleks karena karakteristik api yang membakar bagian dalam timbunan.
Kepala Bidang Operasi (Kabid Ops) Dinas Pemadam Kebakaran Tangsel, Omay Komarudin, mengungkapkan bahwa kebakaran sampah ini menyerupai fenomena kebakaran di lahan gambut. Titik api terpantau terus menyala di bawah permukaan sampah dengan kedalaman mencapai sekitar 3 meter.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Di lokasi kejadian, material yang terbakar merupakan tumpukan berbagai barang mudah menyala, mulai dari material kayu hingga kasur atau spring bed, yang bagian atasnya telah tertutup lapisan tanah. Kondisi ini membuat semprotan air dari permukaan tidak mampu menjangkau bara api yang terperangkap di lapisan bawah.
Omay menegaskan bahwa penanganan kebakaran model ini membutuhkan pembongkaran timbunan secara langsung. Tanpa adanya proses penguraian tumpukan material, pengerahan unit armada pemadam dalam jumlah banyak pun dinilai tidak akan efektif memadamkan bara di kedalaman.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Menindaklanjuti situasi tersebut, pihak Damkar Tangsel telah meminta bantuan penyediaan alat berat kepada Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Sumber Daya Air (DSDA). Alat berat tersebut dibutuhkan untuk mengurai material timbunan sampah sehingga petugas pemadam dapat menyemprotkan air tepat ke titik api utama.






