Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengusulkan penerapan teknologi modifikasi cuaca guna mempercepat pemadaman kebakaran di Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Langkah tersebut dirancang untuk memicu hujan buatan jika hujan alami tidak kunjung turun membasahi kawasan timbunan sampah yang masih membara.
Hingga saat ini, luas area terdampak kebakaran tercatat meluas hingga mencapai sekitar 7,1 hektare. Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa kebakaran bermula dari lahan seluas 1,7 hektare, meluas menjadi 5 hektare, hingga akhirnya mencakup total 7,1 hektare yang meliputi area di luar TPAS serta zona pengelolaan sampah milik Pemkot dan Pemkab Bogor.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dedie bersama Rudy memantau langsung proses pemadaman di lokasi hingga dini hari. Operasi pemadaman melibatkan kerja sama terpadu antara Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, TNI, Polri, serta berbagai unsur relawan penanggulangan bencana.
Untuk memaksimalkan pemadaman dari udara, TNI Angkatan Udara turut mengerahkan operasi pengeboman air (water bombing) hasil koordinasi dengan Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja (ATS). Intervensi udara ini dilakukan demi memperluas jangkauan siraman air ke titik-titik yang sulit ditembus kendaraan taktis darat.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sementara itu di darat, tim gabungan menerapkan metode kombinasi alat berat dan penyemprotan air bertekanan tinggi. Titik api TPAS Galuga tersembunyi di bawah lapisan material sampah dan baru tampak ketika tumpukan tersebut dibongkar. Petugas mengurai setiap gundukan sampah dengan ekskavator, menyiramkan air untuk memadamkan bara di kedalaman, lalu mendinginkan area tersebut sebelum ditutup kembali.






