KAI Commuter resmi menghentikan operasional Stasiun Karet dan mengalihkan seluruh layanannya ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City mulai 1 September 2026. Kebijakan ini diambil guna meningkatkan integrasi antarmoda transportasi. Namun, penutupan stasiun tersebut langsung memicu keluhan dari para pengguna KRL (anak kereta/anker) yang kini harus menempuh jarak jalan kaki lebih jauh.
Akibat pengalihan operasional ini, para penumpang yang hendak menuju kawasan Karet diwajibkan berjalan kaki sekitar 500 meter dari Stasiun BNI City. Akses penghubung tersebut telah dilengkapi kanopi pada sebagian area pejalan kaki serta dua papan penunjuk arah menuju Karet.
Bagi sejumlah penumpang, rute pejalan kaki yang baru cukup menguras tenaga. Abdul, salah satu pengguna KRL yang kerap membawa barang dagangan, mengeluhkan rasa lelah saat melintasi selasar penghubung antara BNI City dan kawasan Karet. Ia mengaku kesulitan berjalan sembari membawa beban dagangannya.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kondisi serupa dirasakan para penumpang lanjut usia. Masrunah (60) mengaku kelelahan dan merasakan nyeri pada kakinya setelah berjalan menempuh jarak yang lebih panjang dari Stasiun BNI City. Sementara itu, Sariya (58) mencatat bahwa perjalanan menuju kawasan Karet kini memakan waktu lebih lama, sehingga penumpang yang terburu-buru akan merasa kewalahan, meskipun bagi pensiunan sepertinya perjalanan masih dapat dinikmati secara santai.
Penumpang lain, Lisa (43), menyoroti dampak penutupan ini terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membawa barang belanjaan pasar. Ia menilai perlunya fasilitas penunjang tambahan untuk lansia agar tidak kelelahan. Kendati demikian, Lisa mengakui area Stasiun BNI City secara umum terasa lebih luas dan nyaman, meski ia mencatat penerangan lampu di area selasar samping masih terasa belum optimal saat malam hari.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Di Stasiun BNI City sendiri, sejumlah fasilitas seperti pintu elektronik (gate), loket tiket, dan area hall di sisi barat telah beroperasi secara penuh untuk menyambut lonjakan penumpang KRL. Di sisi lain, proyek pembongkaran Stasiun Karet juga sudah mulai berlangsung seiring berhentinya aktivitas naik-turun penumpang di stasiun bersejarah tersebut.






