Ratusan ribu calon penumpang menghadapi pembatalan, penundaan, serta pengalihan rute penerbangan menyusul perpanjangan penutupan sejumlah bandar udara di Pulau Jawa dan Sumatra hingga Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB. Langkah keselamatan ini diambil pemerintah akibat paparan abu vulkanik aktif dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Provinsi Banten.
Akumulasi data sejak 5 September hingga Senin (7/9/2026) pukul 09.00 WIB mencatat sekitar 2.300 jadwal penerbangan dan 270.337 penumpang terkena dampak langsung gangguan transportasi udara ini. Dari total tersebut, sebanyak 1.397 penerbangan dengan estimasi 177.579 penumpang terhenti di bandara-bandara yang mengalami penghentian operasional sementara. Sementara itu, 922 penerbangan lainnya yang membawa sekitar 92.758 penumpang mengalami penyesuaian rute perjalanan.
Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin pagi, sebaran partikel abu vulkanik masih terdeteksi melayang di dua lapisan atmosfer, yakni pada ketinggian hingga 15.000 kaki dan 50.000 kaki. Kondisi sebaran debu di koridor udara tersebut membahayakan mesin pesawat serta jarak pandang penerbangan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Daftar Bandara Terdampak dan Pembukaan Terbatas
Penutupan sementara hingga petang hari diberlakukan di tujuh bandara utama dan penyangga, yaitu:
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Banten), merujuk NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26
- Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
- Bandara Husein Sastranegara (Jawa Barat)
- Bandara Radin Inten II (Lampung)
- Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (Lampung)
- Bandara Budiarto (Banten)
- Bandara Pondok Cabe (Banten)
Di sisi lain, satu fasilitas penerbangan telah dinyatakan aman dan dibuka kembali. Bandar Udara Atung Bungsu yang berlokasi di Pagar Alam, Sumatra Selatan, telah kembali melayani rute penerbangan reguler sejak Senin pagi pukul 09.00 WIB setelah sempat ditutup sementara.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kesiapan 6 Bandara Alternatif dan Pemulihan Jalur
Untuk memitigasi penumpukan mobilitas dan memfasilitasi pengalihan jadwal maskapai, Kementerian Perhubungan menyiagakan enam bandara alternatif di wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat bagian timur, dan Jawa Timur. Jalur alternatif tersebut mencakup:
- Bandara Internasional Juanda (Jawa Timur)
- Bandara Internasional Yogyakarta / YIA (DI Yogyakarta)
- Bandara Adisutjipto (DI Yogyakarta)
- Bandara Adi Soemarmo (Jawa Tengah)
- Bandara Jenderal Ahmad Yani (Jawa Tengah)
- Bandara Internasional Kertajati (Jawa Barat)
Otoritas penerbangan memastikan bahwa prosedur pembersihan permukaan landasan pacu (runway), jalur rayap (taxiway), serta area parkir pesawat (apron) dari sisa material debu vulkanik akan segera digencarkan begitu indikator cuaca dan ruang udara dinyatakan kembali memenuhi standar keamanan penerbangan.






