Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur telah memulangkan 82 Warga Negara Indonesia (WNI) bermasalah dari Malaysia. Seluruh WNI tersebut diberangkatkan kembali ke Tanah Air setelah merampungkan proses hukum dan keimigrasian, serta mengantongi dokumen perjalanan resmi.
Para WNI yang dipulangkan sebelumnya berada di dua pusat detensi, yakni Depot Tahanan Imigresen (DTI) Semenyih dan DTI Beranang. Kelompok dari DTI Semenyih berjumlah 51 orang, terdiri dari 32 laki-laki, 14 perempuan, dan lima anak perempuan. Sementara itu, rombongan dari DTI Beranang mencakup 31 orang, yang terdiri atas 22 laki-laki dan sembilan perempuan.
Rute Penerbangan dan Koordinasi Pemulangan
Proses pemulangan 82 WNI tersebut dibagi ke dalam tiga kloter penerbangan menuju dua kota tujuan, yakni Jakarta dan Medan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kloter pertama mengangkut 33 WNI menuju Jakarta menggunakan penerbangan Citilink QG-503 dengan jadwal tiba pukul 21.40 WIB. Dua kloter lainnya diarahkan menuju Medan, masing-masing membawa enam penumpang dengan Batik Air ID-7265 dan 43 penumpang dengan Air Asia QZ-127. Kedua pesawat tujuan Medan dijadwalkan mendarat serentak pada pukul 21.25 WIB.
Setiap kloter mendapat pendampingan langsung dari petugas Fungsi Imigrasi dan Konsuler KBRI Kuala Lumpur. Sebelum lepas landas, para WNI difasilitasi seragam kaos biru serta konsumsi setibanya di bandara. Kelancaran proses ini didukung koordinasi antara Atase Imigrasi KBRI Kuala Lumpur dengan Jabatan Imigresen Malaysia (JIM), maskapai, serta instansi terkait di Jakarta dan Medan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Langkah pemulangan pada Jumat (11/8) ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko ke DTI Semenyih pada 4 September 2026. Agus menyatakan bahwa percepatan dilakukan agar WNI yang dokumennya telah lengkap dapat dipulangkan paling lama dalam 10 hari. Salah satu warga asal Madura yang telah berada di Malaysia selama hampir sembilan tahun turut masuk dalam rombongan kepulangan ini.






