Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) berhasil menghimpun bantuan dana sebesar Rp 1.843.000.000 dari jajaran pegawainya di seluruh Indonesia. Penggalangan dana sukarela ini ditujukan langsung untuk membantu para korban terdampak rangkaian bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengumumkan perolehan donasi tersebut saat kegiatan di Politeknik Imipas, Tangerang, Banten, pada Jumat (28/8/2026). Penyaluran bantuan akan difokuskan untuk memulihkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenimipas yang mengalami kerusakan akibat gempa, sekaligus didistribusikan kepada warga sekitar lingkungan UPT yang terdampak bencana.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Agar bantuan tepat sasaran dan langsung diterima di lokasi, Agus menugaskan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi untuk mengantarkan donasi secara langsung ke NTT, dengan pengawasan dari Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Wilayah NTT sebelumnya diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Nagakeo pada pagi hari tanggal 15 Agustus. Pada hari yang sama, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 juga mengguncang Manggarai Barat. Berdasarkan data per Kamis (27/8/2026), korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana tersebut tercatat mencapai 111 jiwa, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 8.193 kali gempa susulan di wilayah NTT.






