Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) resmi meluncurkan lima jilid pertama buku berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global pada 31 Agustus 2026. Seri literatur sejarah ini menarasikan ulang perjalanan panjang kepulauan Nusantara, mulai dari jejak awal peradaban purba hingga terbentuknya struktur negara kolonial.
Penyusunan lima jilid perdana ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin yang mencakup 123 pakar dari 34 perguruan tinggi serta 11 institusi non-perguruan tinggi. Secara keseluruhan, proyek penulisan komprehensif ini dirancang memiliki 10 jilid utama ditambah satu jilid khusus faktaneka.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa penerbitan karya ini mengemban misi pembaruan sudut pandang. Menurutnya, sejarah bukan lagi sekadar hafalan tanggal, nama, atau tokoh semata, melainkan instrumen untuk mengasah nalar kritis, memahami akar persoalan kontemporer, dan memetakan arah masa depan bangsa melalui ruang dialog yang terbuka.
Isi dan Cakupan Pembahasan 5 Jilid Pertama
Setiap jilid mengkaji babakan waktu dan tema spesifik yang didukung riset mutakhir:
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

- Jilid I: Menggabungkan data arkeologi, genetika, dan paleoantropologi untuk memotret Nusantara sebagai laboratorium evolusi manusia. Pembahasan mencakup masa ketika spesies manusia purba seperti Homo erectus dan Homo floresiensis hidup berdampingan di kawasan kepulauan.
- Jilid II: Mengulas dinamika awal milenium pertama ketika Nusantara menjadi entrepot kosmopolitan dan pusat maritim pertukaran ide, teknologi, serta ritus dunia. Sorotan utama meliputi keberadaan Candi Borobudur yang memadukan kosmologi Buddha dengan lanskap agraris Jawa, serta Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran dan niaga internasional di Samudra Hindia.
- Jilid III: Menjelaskan proses Islamisasi Nusantara rentang abad ke-7 hingga ke-17 Masehi. Bagian ini menyoroti keterhubungan maritim dengan peradaban Timur Tengah serta bentuk akulturasi lokal pada arsitektur masjid, seni nisan, dan tradisi literasi aksara Jawi maupun Pegon.
- Jilid IV: Memaparkan interaksi kekuatan lokal dengan bangsa-bangsa Barat pada abad ke-16 hingga ke-18. Fase modern awal ini dipicu perebutan komoditas rempah seperti cengkih, pala, dan lada, diawali kedatangan bangsa Portugis hingga ekspansi kongsi dagang VOC.
- Jilid V: Menguraikan periode abad ke-18 sampai awal abad ke-20. Isinya merekam transformasi kekuasaan politik Nusantara pascaruntuhnya kongsi dagang VOC hingga pembentukan entitas baru berupa Negara Kolonial.
Cara Akses Digital Melalui Pustaka Budaya
Masyarakat umum, pendidik, dan mahasiswa yang ingin membaca isi kelima jilid buku sejarah mutakhir ini dapat mengaksesnya secara daring. Kemenkebud menyediakan publikasi digital seluruh volume yang telah dirilis tersebut melalui situs web resmi Pustaka Budaya. Melalui kanal digital resmi pemerintah ini, pembaca dapat menelaah teks lengkap serta rujukan riset sejarah nasional secara terbuka.






