Kecamatan Cariu di Kabupaten Bogor resmi menjadi lokasi peluncuran proyek percontohan penanaman kedelai oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI. Inisiatif lintas sektor ini dirancang untuk memperkuat rantai produksi komoditas pangan lokal sekaligus memastikan hasil panen petani langsung terserap oleh pasar industri.
Dalam pelaksanaannya, pilot project penanaman kedelai ini memanfaatkan lahan seluas 25 hektare pada tahap awal. Luas area tanam tersebut diproyeksikan terus bertambah hingga mencapai 100 hektare pada 2027 mendatang.
Program budidaya ini melibatkan kolaborasi multipihak, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Pemerintah Kabupaten Bogor, PT Pupuk Indonesia (Persero), hingga Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dukungan Fasilitas Hulu dan Kepastian Pasar
Untuk menjamin produktivitas tanaman di lapangan, proyek percontohan ini didukung oleh penyediaan sarana dan prasarana pertanian dari hulu. Petani binaan mendapatkan pasokan benih unggul, pupuk, pestisida, serta sarana mekanisasi berupa pompa air dan traktor guna mengoptimalkan pengelolaan lahan.
Dari sisi hilir, kepastian serapan hasil panen menjadi fokus utama. Gakoptindo ditunjuk sebagai mitra penyerap (off-taker) resmi. Komoditas kedelai yang dipanen nantinya akan dialokasikan untuk dua kebutuhan strategis, yakni dikembangkan kembali sebagai sumber benih bermutu serta disalurkan langsung sebagai bahan baku para perajin tahu dan tempe.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Upaya Menekan Ketergantungan Impor
Langkah integrasi hulu-hilir di Cariu ini menjadi respons atas tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan kedelai impor, yang porsinya saat ini masih menyentuh kisaran 95 persen dari kebutuhan domestik.
Kesenjangan antara produksi lokal dan konsumsi tercatat cukup lebar. Sepanjang 2025, realisasi produksi kedelai dalam negeri baru mencapai sekitar 79 ribu ton, sedangkan kebutuhan nasional berada di angka 2,72 juta ton. Di sisi lain, proyeksi kebutuhan kedelai nasional terus meningkat, yakni diperkirakan menyentuh 2,79 juta ton pada 2026 dan menembus 3 juta ton pada 2029.






