Seekor orang utan jantan dewasa ditemukan lemas hingga tidak sadarkan diri di perkebunan sawit milik warga di Desa Laman Satong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Orang utan yang diketahui bernama Sampurna tersebut diduga terdampak paparan asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Satwa dilindungi ini pertama kali ditemukan oleh warga setempat pada Minggu (30/8) sekitar pukul 06.00 WIB. Saat ditemukan di kebun sawit, kondisi fisik Sampurna sudah sangat lemah. Mengetahui hal tersebut, warga segera melaporkan temuan primata tak berdaya itu kepada pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) langsung meluncur ke lokasi. Karhutla yang melanda kawasan sekitar diduga kuat menjadi penyebab Sampurna bergeser dan keluar dari habitat aslinya hingga masuk ke area perkebunan masyarakat.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Setibanya di lokasi, tim medis langsung melakukan penanganan awal. Dokter hewan dari YIARI memberikan bantuan oksigen serta memasang infus darurat karena Sampurna mengalami gangguan pada pernapasannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan di lapangan, tim medis memastikan tidak menemukan adanya luka terbuka ataupun luka bakar di tubuh orang utan tersebut.
Dokter hewan YIARI, Komara, menjelaskan bahwa paparan asap karhutla dapat berdampak sangat serius terhadap sistem pernapasan satwa seperti orang utan. Dampak tersebut dapat memicu penurunan kondisi kesehatan secara drastis jika tidak segera ditangani.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Usai mendapatkan penanganan darurat di perkebunan warga, Sampurna langsung dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri. Di pusat rehabilitasi tersebut, Sampurna menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh guna mendeteksi potensi kerusakan atau gangguan pada paru-paru dan organ dalam lainnya akibat paparan asap.






