Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa diare massal yang menimpa ratusan siswa dan guru di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang. Insiden tersebut diduga terjadi akibat keracunan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di lingkungan sekolah tersebut. Secara keseluruhan, sebanyak 725 murid dan 25 guru dilaporkan mengalami diare massal pada pagi hari.
Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa fokus utama SPPG saat ini adalah memastikan seluruh proses penanganan medis bagi para korban berjalan secara optimal. Pihaknya juga menegaskan bahwa penanganan medis tersebut tidak akan membebankan biaya sepeser pun kepada para siswa maupun guru yang terdampak.
Selain memprioritaskan perawatan kesehatan korban, Achmad Sholeh Syarifudin memastikan bahwa SPPG berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh. Pihak SPPG berjanji akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional (SOP) penyediaan menu makanan agar kelalaian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

KBM Lumpuh dan Siswa Dipulangkan
Peristiwa diare massal di SMAN 1 Lasem tersebut terjadi pada Kamis (3/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Kondisi mendadak ini menyebabkan kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah menjadi lumpuh, sehingga pihak sekolah memutuskan untuk memulangkan para murid demi keselamatan dan penanganan kesehatan.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, menjelaskan bahwa sekitar pukul 09.00 WIB sejumlah murid dan guru mulai merasakan keluhan mual dan diare secara bersamaan. Pihak sekolah kemudian segera melakukan pendataan terhadap warga sekolah yang mengalami gejala tersebut di seluruh ruang kelas.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dari hasil pendataan yang mencakup 33 kelas, ditemukan sekitar 20 hingga 31 orang di setiap kelas yang mengalami diare. Total korban terdampak mencapai 725 siswa dari keseluruhan populasi murid yang berjumlah 1.174 orang. Selain para pelajar, sebanyak 25 orang guru turut mengalami diare dari total 95 tenaga pengajar di SMAN 1 Lasem.






