Niat mencari nafkah tambahan demi menebus rapor sekolah berbuah penemuan harta karun bersejarah bernilai tinggi. Kejadian ini dialami Seger, seorang remaja berusia 15 tahun asal Kediri, Jawa Timur, yang menemukan lempengan emas bernilai taksiran Rp3,1 miliar saat membanting tulang sebagai buruh tani pada masa liburan sekolah.
Kala itu, Seger terpaksa bekerja kasar di ladang untuk melunasi iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang menunggak selama dua bulan. Keterbatasan ekonomi keluarganya membuat pihak sekolah menahan buku rapor Seger hingga tunggakan dilunasi.
Peristiwa penemuan berlangsung pada 21 Juni 1989. Ketika mencangkul tanah hingga kedalaman sekitar setengah meter, mata cangkul Seger menghantam benda keras di balik lapisan tanah. Denting suara logam yang terdengar berbeda membuat remaja tersebut curiga bahwa benda itu bukan sekadar batu.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Setelah mengangkat benda tersebut dari tanah, Seger segera memanggil dua orang temannya. Ketiganya kemudian sepakat membawa benda asing berbalut lumpur itu langsung ke kantor polisi terdekat untuk dilaporkan kepada pihak berwajib.
Pemeriksaan lanjutan oleh otoritas terkait membuktikan bahwa benda yang ditemukan Seger berdimensi sekitar 25x35 sentimeter dengan berat mencapai 1,2 kilogram. Objek tersebut terbuat dari emas murni dan dihiasi tatahan 48 butir permata serta berlian, dengan ornamen relief berbentuk matahari dan burung garuda.
Berdasarkan kajian para ahli sejarah dan arkeologi, artefak tersebut diperkirakan berasal dari era akhir Kerajaan Majapahit. Dengan memperhitungkan bobot serta kadar logam mulia berdasarkan harga emas modern, nilai intrinsik temuan itu ditaksir setara dengan Rp3,1 miliar.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sesuai regulasi perlindungan cagar budaya, artefak peninggalan Majapahit tersebut diserahkan kepada negara dan kini dirawat di Museum Nasional, Jakarta.
Kejujuran Seger dan kedua rekannya berbuah penghargaan langsung dari pemerintah pusat. Presiden Soeharto menyerahkan kompensasi tunai sebesar Rp19,4 juta sekaligus memberikan jaminan beasiswa pendidikan untuk menanggung biaya studi Seger hingga tingkat perguruan tinggi.






