tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Kesepakatan Mayoritas Substansi Perdagangan BRICS Dukung Sektor Digital dan UMKM

Wahyu SuryaniDiterbitkan 9 Agu 2026 - 21.07 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kesepakatan Mayoritas Substansi Perdagangan BRICS Dukung Sektor Digital dan UMKM
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pertemuan para menteri perdagangan negara-negara anggota BRICS di Jaipur, India, baru saja berakhir dengan kesepakatan penting yang berpotensi mengubah lanskap perdagangan global. Meskipun tidak menghasilkan pernyataan bersama atau joint statement, para menteri perdagangan yang hadir menyetujui sebagian besar substansi yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, menyampaikan perkembangan ini secara resmi dari Jakarta pada hari Ahad, 9 Agustus 2026. Sesi penutupan dari Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS atau BRICS Trade Ministers' Meeting ini sendiri telah berlangsung pada hari Jumat, 7 Agustus 2026 yang lalu di India.

Kesepakatan mayoritas substansi ini dilatarbelakangi oleh pembahasan mendalam mengenai empat poin utama yang menjadi fokus pertemuan. Poin pertama adalah komitmen kuat untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral dengan World Trade Organization sebagai intinya. Dalam hal ini, fokus pembangunan diletakkan sebagai prioritas utama dengan memastikan adanya perlakuan khusus dan berbeda bagi negara-negara berkembang, serta memulihkan kembali sistem penyelesaian sengketa dua tingkat yang selama ini menjadi pilar organisasi perdagangan dunia tersebut. Poin kedua berfokus pada upaya nyata untuk memperkuat internasionalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah melalui peningkatan akses terhadap pembiayaan perdagangan. Langkah ini mencakup penyusunan prinsip-prinsip panduan dalam penilaian kredit serta kesepakatan yang disebut Jaipur Consensus untuk mengkaji mekanisme invoice discounting di lingkungan BRICS.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Poin ketiga yang disepakati adalah penyusunan Workplan on BRICS Shared Understanding on Global Value Chains. Rencana kerja ini dirancang untuk memperkuat rantai nilai global agar menjadi lebih tangguh, efisien, inklusif, dan berkelanjutan. Implementasinya akan diwujudkan melalui digitalisasi dokumen perdagangan, peningkatan konektivitas antarnegara, serta penguatan kawasan ekonomi khusus dan kapasitas industri masing-masing negara anggota. Sementara itu, poin keempat yang sangat relevan bagi masa depan ekonomi digital adalah BRICS Principles to Facilitate Digitally Delivered Services Across Borders. Inisiatif ini berupaya mempromosikan perdagangan jasa digital lintas batas, memperluas cakupan perdagangan di internal BRICS, meningkatkan keterampilan digital para pelaku ekonomi, serta memperkuat fondasi ekonomi digital di negara-negara berkembang.

Baca Juga

Riwayat Kredit Jelek? Ini Langkah Bersihkan Nama di SLIK OJK

Riwayat Kredit Jelek? Ini Langkah Bersihkan Nama di SLIK OJK

Bagi para pelaku ekonomi digital dan UMKM di Indonesia, hasil pertemuan BRICS ini membawa dampak yang cukup signifikan. Dukungan penuh Indonesia terhadap inisiatif konkret BRICS, seperti kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM dan dorongan terhadap transformasi digital, membuka peluang baru untuk memperluas jangkauan pasar ke tingkat internasional. Dengan adanya pembahasan mengenai prinsip penilaian kredit dan mekanisme invoice discounting melalui Jaipur Consensus, hambatan finansial yang sering dihadapi oleh UMKM lokal saat mencoba melakukan ekspansi ekspor diharapkan dapat diminimalisasi secara bertahap. Digitalisasi dokumen perdagangan dan penguatan rantai nilai global juga akan memotong rantai birokrasi, mempercepat proses logistik, dan menurunkan biaya operasional bagi bisnis yang berbasis digital.

Selain sektor UMKM fisik, sektor jasa digital lintas batas juga akan merasakan dampak positif dari prinsip-prinsip fasilitasi yang disepakati. Dengan adanya dorongan pada perdagangan jasa digital lintas batas dan peningkatan keterampilan digital, para penyedia jasa digital dan pekerja kreatif di Indonesia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terlibat dalam pasar intra-BRICS. Penguatan ekonomi digital di negara berkembang akan menciptakan ekosistem yang lebih ramah bagi inovasi teknologi lokal. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk membangun sistem perdagangan multilateral yang adil, inklusif, terbuka, transparan, dan berbasis aturan, sehingga pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain aktif di pasar global.

Baca Juga

Indikator Finansial dan Ciri-Ciri Ekonomi Kelas Bawah

Indikator Finansial dan Ciri-Ciri Ekonomi Kelas Bawah

Langkah selanjutnya setelah pertemuan di Jaipur ini adalah bagaimana Indonesia dan negara-negara mitra menerjemahkan poin-poin kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan nyata di lapangan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan terus berkomitmen mengawal implementasi dari rencana kerja rantai nilai global dan prinsip fasilitasi jasa digital tersebut. Pelaku usaha di dalam negeri kini perlu bersiap mengadopsi sistem digitalisasi dokumen perdagangan yang akan segera diterapkan guna meningkatkan konektivitas. Meskipun pernyataan bersama secara formal belum tercapai dalam pertemuan kali ini, kesepakatan pada mayoritas substansi perdagangan memberikan fondasi yang kuat bagi kolaborasi ekonomi digital yang lebih erat di masa mendatang.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi digitalUMKMPerdagangan Internasional

Berita Terbaru Lainnya

Riwayat Kredit Jelek? Ini Langkah Bersihkan Nama di SLIK OJKIndikator Finansial dan Ciri-Ciri Ekonomi Kelas BawahCara Mengatur Ulang Portofolio Investasi Berdasarkan Strategi Belanja Kas Berkshire HathawayUpaya Pemadaman Kebakaran Lahan di Kawah Wadon Gunung GedePenyelundupan Ketamin Senilai Rp 2,1 Triliun dan Modus Liquid Vape di IndonesiaKrisis Energi Kuba, Kelangkaan BBM dan Ketergantungan pada Tenaga Surya ChinaDewan Komisaris Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi di Kepulauan RiauAksi 6.000 Pesilat di Bundaran HI Jakarta Membuka Peluang Kreator Konten Lokal

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026