Pertemuan para menteri perdagangan negara-negara anggota BRICS di Jaipur, India, baru saja berakhir dengan kesepakatan penting yang berpotensi mengubah lanskap perdagangan global. Meskipun tidak menghasilkan pernyataan bersama atau joint statement, para menteri perdagangan yang hadir menyetujui sebagian besar substansi yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, menyampaikan perkembangan ini secara resmi dari Jakarta pada hari Ahad, 9 Agustus 2026. Sesi penutupan dari Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS atau BRICS Trade Ministers' Meeting ini sendiri telah berlangsung pada hari Jumat, 7 Agustus 2026 yang lalu di India.
Kesepakatan mayoritas substansi ini dilatarbelakangi oleh pembahasan mendalam mengenai empat poin utama yang menjadi fokus pertemuan. Poin pertama adalah komitmen kuat untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral dengan World Trade Organization sebagai intinya. Dalam hal ini, fokus pembangunan diletakkan sebagai prioritas utama dengan memastikan adanya perlakuan khusus dan berbeda bagi negara-negara berkembang, serta memulihkan kembali sistem penyelesaian sengketa dua tingkat yang selama ini menjadi pilar organisasi perdagangan dunia tersebut. Poin kedua berfokus pada upaya nyata untuk memperkuat internasionalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah melalui peningkatan akses terhadap pembiayaan perdagangan. Langkah ini mencakup penyusunan prinsip-prinsip panduan dalam penilaian kredit serta kesepakatan yang disebut Jaipur Consensus untuk mengkaji mekanisme invoice discounting di lingkungan BRICS.








