Pemerintah pusat terus berkomitmen untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia melalui jalur pendidikan. Salah satu strategi utama yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto adalah melalui program Sekolah Rakyat. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat memperoleh masa depan yang lebih baik. Sebagai bentuk nyata dukungan di tingkat daerah, empat kepala daerah dari Kabupaten Agam, Buton Selatan, Kutai Kartanegara, dan Buru telah melakukan pertemuan langsung dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Dalam pertemuan tersebut, para kepala daerah menegaskan kesiapan masing-masing wilayah untuk menyelenggarakan program ini.
Program Sekolah Rakyat ini secara khusus ditargetkan untuk menyasar anak-anak dari keluarga yang berada dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kelompok masyarakat ini dinilai paling membutuhkan intervensi pendidikan demi meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Langkah ini diambil karena adanya tantangan besar dalam dunia pendidikan nasional saat ini. Berdasarkan data yang ada, masih terdapat sekitar 4,1 juta anak di Indonesia yang belum pernah bersekolah atau telah putus sekolah. Di sisi lain, kapasitas tampung program Sekolah Rakyat saat ini baru mampu menjangkau sekitar 43 ribu siswa.
Untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan optimal, pemerintah menghadirkan konsep Sekolah Rakyat dengan sistem sekolah berasrama atau boarding school. Tidak hanya sekadar menyediakan tempat belajar, sekolah ini juga dilengkapi dengan fasilitas berstandar unggulan guna mendukung kenyamanan para siswa. Selama menempuh pendidikan di asrama, seluruh kebutuhan dasar para siswa akan dipenuhi secara penuh oleh pemerintah. Fasilitas yang disediakan meliputi pemberian makan sebanyak tiga kali sehari serta makanan ringan atau snack sebanyak dua kali sehari. Selain itu, setiap siswa juga akan mendapatkan fasilitas penunjang belajar berupa laptop pribadi serta delapan stel seragam sekolah untuk kebutuhan harian mereka.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Pemerintah memahami bahwa keberhasilan pendidikan anak juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga di rumah. Oleh karena itu, program Sekolah Rakyat juga diintegrasikan dengan bantuan sosial dan ekonomi bagi orang tua siswa. Dalam hal ini, pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk menjalankan program renovasi bagi 10.000 rumah milik orang tua siswa Sekolah Rakyat yang kondisinya tidak layak. Tidak hanya perbaikan tempat tinggal, setiap keluarga dari siswa Sekolah Rakyat juga akan menerima bantuan langsung melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) senilai Rp5 juta untuk membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Keberhasilan implementasi program ini di tingkat daerah sangat bergantung pada ketersediaan lahan untuk pembangunan fasilitas sekolah berasrama tersebut. Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, para bupati memaparkan kesiapan lahan di daerah masing-masing. Bupati Agam Benni Warlis menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan yang sangat memadai seluas 10 hektare yang berlokasi di Padang Mardani, Jorong Manggopoh Utara, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung. Langkah serupa juga diambil oleh Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri yang mengusulkan penggunaan lahan milik pemerintah daerah seluas 7 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dukungan penyediaan lahan juga datang dari wilayah Sulawesi dan Maluku. Bupati Buton Selatan Muhammad Adios mengusulkan penyediaan lahan seluas 8,11 hektare di wilayahnya demi menyukseskan program ini. Selain itu, Bupati Buru Ikram Umasugi juga menyatakan kesiapan penuh daerahnya untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat serta mendukung penyediaan fasilitas yang diperlukan. Melalui kolaborasi erat antara Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan kementerian terkait lainnya, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat berjalan dengan sukses dan menjadi solusi jangka panjang dalam mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan yang berkualitas di seluruh pelosok tanah air.






