tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Kesiapan Lahan dan Dukungan Ekonomi untuk Program Sekolah Rakyat

Wulan WijayaDiterbitkan 6 Agu 2026 - 21.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kesiapan Lahan dan Dukungan Ekonomi untuk Program Sekolah Rakyat
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Pemerintah pusat terus berkomitmen untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia melalui jalur pendidikan. Salah satu strategi utama yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto adalah melalui program Sekolah Rakyat. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat memperoleh masa depan yang lebih baik. Sebagai bentuk nyata dukungan di tingkat daerah, empat kepala daerah dari Kabupaten Agam, Buton Selatan, Kutai Kartanegara, dan Buru telah melakukan pertemuan langsung dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Dalam pertemuan tersebut, para kepala daerah menegaskan kesiapan masing-masing wilayah untuk menyelenggarakan program ini.

Program Sekolah Rakyat ini secara khusus ditargetkan untuk menyasar anak-anak dari keluarga yang berada dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kelompok masyarakat ini dinilai paling membutuhkan intervensi pendidikan demi meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Langkah ini diambil karena adanya tantangan besar dalam dunia pendidikan nasional saat ini. Berdasarkan data yang ada, masih terdapat sekitar 4,1 juta anak di Indonesia yang belum pernah bersekolah atau telah putus sekolah. Di sisi lain, kapasitas tampung program Sekolah Rakyat saat ini baru mampu menjangkau sekitar 43 ribu siswa.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan optimal, pemerintah menghadirkan konsep Sekolah Rakyat dengan sistem sekolah berasrama atau boarding school. Tidak hanya sekadar menyediakan tempat belajar, sekolah ini juga dilengkapi dengan fasilitas berstandar unggulan guna mendukung kenyamanan para siswa. Selama menempuh pendidikan di asrama, seluruh kebutuhan dasar para siswa akan dipenuhi secara penuh oleh pemerintah. Fasilitas yang disediakan meliputi pemberian makan sebanyak tiga kali sehari serta makanan ringan atau snack sebanyak dua kali sehari. Selain itu, setiap siswa juga akan mendapatkan fasilitas penunjang belajar berupa laptop pribadi serta delapan stel seragam sekolah untuk kebutuhan harian mereka.

Baca Juga

Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman di Tengah Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian

Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman di Tengah Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian

Pemerintah memahami bahwa keberhasilan pendidikan anak juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga di rumah. Oleh karena itu, program Sekolah Rakyat juga diintegrasikan dengan bantuan sosial dan ekonomi bagi orang tua siswa. Dalam hal ini, pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk menjalankan program renovasi bagi 10.000 rumah milik orang tua siswa Sekolah Rakyat yang kondisinya tidak layak. Tidak hanya perbaikan tempat tinggal, setiap keluarga dari siswa Sekolah Rakyat juga akan menerima bantuan langsung melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) senilai Rp5 juta untuk membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Keberhasilan implementasi program ini di tingkat daerah sangat bergantung pada ketersediaan lahan untuk pembangunan fasilitas sekolah berasrama tersebut. Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, para bupati memaparkan kesiapan lahan di daerah masing-masing. Bupati Agam Benni Warlis menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan yang sangat memadai seluas 10 hektare yang berlokasi di Padang Mardani, Jorong Manggopoh Utara, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung. Langkah serupa juga diambil oleh Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri yang mengusulkan penggunaan lahan milik pemerintah daerah seluas 7 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

Baca Juga

Proses Penetapan Calon Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden Prabowo

Proses Penetapan Calon Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden Prabowo

Dukungan penyediaan lahan juga datang dari wilayah Sulawesi dan Maluku. Bupati Buton Selatan Muhammad Adios mengusulkan penyediaan lahan seluas 8,11 hektare di wilayahnya demi menyukseskan program ini. Selain itu, Bupati Buru Ikram Umasugi juga menyatakan kesiapan penuh daerahnya untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat serta mendukung penyediaan fasilitas yang diperlukan. Melalui kolaborasi erat antara Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dan kementerian terkait lainnya, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat berjalan dengan sukses dan menjadi solusi jangka panjang dalam mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan yang berkualitas di seluruh pelosok tanah air.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sekolah RakyatKementerian SosialPemberdayaan EkonomiBantuan PPSEAgus Jabo Priyono

Berita Terbaru Lainnya

Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman di Tengah Ancaman Kekeringan Lahan PertanianProses Penetapan Calon Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden PrabowoPanduan Memahami Skema Subsidi Pemerintah untuk Menjaga Daya Beli MasyarakatUpaya Penyelundupan Narkoba Demi Imbalan Uang di Rutan Salemba Berhasil DigagalkanPeluang Kontribusi Kreatif Warga dalam Pembangunan Kota MedanTeknologi Adsorbed Natural Gas Milik BRIN Berpotensi Pangkas Subsidi LPG Rp 26 TriliunKronologi Temuan Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno di Yayasan Sekolah Jakarta SelatanLelang Batubara Hasil Penindakan di Kalimantan Timur Tambah PNBP ESDM Rp 20,97 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap