Pemerintah pusat terus berkomitmen untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia melalui jalur pendidikan. Salah satu strategi utama yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto adalah melalui program Sekolah Rakyat. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka dapat memperoleh masa depan yang lebih baik. Sebagai bentuk nyata dukungan di tingkat daerah, empat kepala daerah dari Kabupaten Agam, Buton Selatan, Kutai Kartanegara, dan Buru telah melakukan pertemuan langsung dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Dalam pertemuan tersebut, para kepala daerah menegaskan kesiapan masing-masing wilayah untuk menyelenggarakan program ini.
Program Sekolah Rakyat ini secara khusus ditargetkan untuk menyasar anak-anak dari keluarga yang berada dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kelompok masyarakat ini dinilai paling membutuhkan intervensi pendidikan demi meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Langkah ini diambil karena adanya tantangan besar dalam dunia pendidikan nasional saat ini. Berdasarkan data yang ada, masih terdapat sekitar 4,1 juta anak di Indonesia yang belum pernah bersekolah atau telah putus sekolah. Di sisi lain, kapasitas tampung program Sekolah Rakyat saat ini baru mampu menjangkau sekitar 43 ribu siswa.








