Persiapan menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) kini memasuki babak krusial dengan peninjauan langsung yang dilakukan oleh pihak panitia pusat. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan fasilitas di kawasan Tambakberas, Jombang. Langkah ini diambil guna memastikan kenyamanan para muktamirin yang akan hadir dari berbagai penjuru tanah air. Sebagai Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul memimpin pengecekan fasilitas akomodasi secara mendetail demi kelancaran agenda besar organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.
Di mana lokasi persis pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dan kapan acara ini akan berlangsung?
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan berskala nasional ini akan dipusatkan di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang terletak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Keputusan mengenai lokasi pelaksanaan ini terbilang cukup dinamis, sebab lokasi Muktamar baru ditetapkan sekitar 50 hari sebelum hari pelaksanaan acara. Meskipun waktu persiapan tergolong singkat sejak penetapan lokasi tersebut, panitia terus bergerak cepat untuk mematangkan seluruh sarana dan prasarana penunjang bagi para peserta.
Bagaimana kesiapan akomodasi penginapan bagi para peserta Muktamar di lokasi acara?
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Akomodasi bagi para muktamirin dipersiapkan dengan memanfaatkan fasilitas akademis setempat. Gus Ipul secara spesifik mengecek langsung kesiapan kamar bagi peserta Muktamar yang berlokasi di Tower 5 Universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang. Di tempat ini, ruang-ruang kelas kampus disulap menjadi ruang penginapan sementara yang layak. Untuk memastikan kualitas pelayanan, Gus Ipul bersama dengan Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, turun tangan langsung merapikan kasur-kasur yang telah ditata berjajar di dalam ruang kelas. Mereka memasangkan sendiri cover kasur serta sarung bantal guna memastikan kelayakan fasilitas tidur bagi para tamu.
Siapa saja tokoh yang memimpin koordinasi persiapan di lapangan dan bagaimana pembagian tugasnya?
Koordinasi persiapan di lapangan dipimpin langsung oleh Gus Ipul selaku Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU sekaligus Sekjen PBNU. Dalam pelaksanaannya, beliau didampingi oleh KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU. Kerja sama erat antara panitia pusat dan panitia lokal ini terlihat jelas saat proses penataan fasilitas di lapangan. Selain mempersiapkan aspek fisik akomodasi, Gus Ipul juga memimpin apel bagi para panitia yang ditugaskan secara khusus untuk melayani para muktamirin di Tower 5 UNWAHA. Apel tersebut bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman dan kesiapan mental para petugas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta.
Apakah ada rencana kehadiran tokoh nasional atau pejabat negara dalam pembukaan Muktamar ini?
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pihak PBNU merencanakan pembukaan acara ini agar dihadiri oleh pimpinan tertinggi negara. Gus Ipul mengonfirmasi bahwa PBNU berencana untuk mengundang Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, guna membuka secara resmi gelaran Muktamar ke-35 NU pada tanggal 27 Agustus 2026. Kehadiran kepala negara diharapkan dapat menambah kekhidmatan pembukaan forum tertinggi warga nahdliyin ini, yang sekaligus menandai dimulainya rangkaian sidang komisi dan pembahasan organisasi hingga akhir Agustus.
Apa konsekuensi logistik dan lalu lintas yang perlu diantisipasi oleh masyarakat sekitar Jombang selama acara berlangsung?
Mengingat besarnya skala acara dan banyaknya jumlah peserta yang akan hadir di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, potensi kepadatan aktivitas di sekitar lokasi tidak dapat dihindari. Terkait hal ini, Gus Ipul menyampaikan permohonan maaf terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar. PBNU mengantisipasi kemungkinan adanya pengalihan arus lalu lintas atau potensi kemacetan di sekitar area pesantren selama penyelenggaraan muktamar berlangsung. Sementara itu, Gus Rozaq menekankan betapa bersejarahnya momen ini bagi warga lokal, dengan menyebutkan bahwa kesempatan menjadi tuan rumah seperti ini sangat langka dan mungkin membutuhkan waktu hingga seratus tahun lagi sebelum Muktamar NU dapat kembali diselenggarakan di Tambakberas.






