Malam puncak penganugerahan Hoegeng Awards kembali digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai integritas dan keteladanan di lingkungan kepolisian. Pada penyelenggaraan tahun 2026, momentum ini terasa sangat emosional karena menjadi ajang penghormatan khusus bagi mendiang istri Jenderal Hoegeng, yaitu Meriyati Roeslani atau yang akrab disapa Eyang Meri. Artikel tanya jawab ini akan mengulas detail pelaksanaan acara, kenangan yang ditinggalkan almarhumah, serta pesan penting yang disampaikan demi kemajuan institusi Polri ke depan.
Pertanyaan: Apa itu Hoegeng Awards 2026 dan kapan acara puncak ini diselenggarakan?
Jawaban: Hoegeng Awards 2026 menandai gelaran kelima dari ajang penghargaan bergengsi tersebut sejak pertama kali diinisiasi dan diadakan pada tahun 2022. Acara puncak penghargaan pada tahun ini diselenggarakan pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Lokasi perhelatan megah ini bertempat di The Tribrata Darmawangsa yang berlokasi di wilayah Jakarta Selatan atau Jaksel. Penyelenggaraan kali ini terasa memiliki perbedaan mendasar karena untuk pertama kalinya diadakan setelah berpulangnya Eyang Meri, sosok yang selalu mengawal jalannya penghargaan ini sejak awal mula. Sebagai informasi tambahan yang disampaikan dalam acara, pada edisi perdana di tahun 2022, Eyang Meri sempat hadir secara virtual. Pada momen bersejarah tersebut, Eyang Meri mengucapkan selamat secara langsung kepada para penerima penghargaan.
Pertanyaan: Bagaimana Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenang sosok Eyang Meri dalam acara tersebut?
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Jawaban: Pada malam puncak tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara khusus memberikan penghormatan dan mengenang kehadiran Meriyati Roeslani atau Eyang Meri sepanjang sejarah pelaksanaan Hoegeng Awards. Kapolri merefleksikan perjalanan penghargaan ini dengan menyampaikan bahwa tanpa terasa gelaran tersebut kini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya. Beliau mengingat kembali masa-masa ketika Eyang Meri masih ada dan mendampingi pada edisi-edisi terdahulu, hingga saat ini ketika sosok tersebut telah tiada. Kenangan yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini menggarisbawahi betapa pentingnya peran Eyang Meri dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai keteladanan yang selama ini selalu dikaitkan dengan sosok Jenderal Hoegeng di lingkungan kepolisian.
Pertanyaan: Kapan Eyang Meri wafat dan di mana beliau sempat menjalani perawatan medis?
Jawaban: Meriyati Roeslani atau Eyang Meri berpulang pada usia 100 tahun di tahun ini. Almarhumah wafat pada hari Selasa, 3 Februari 2026, tepat pada pukul 13.25 WIB. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Eyang Meri diketahui telah menjalani serangkaian perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Kepolisian Republik Indonesia atau RS Polri Kramatjati yang terletak di wilayah Jakarta Timur. Kepergian sosok ini menjadi momen duka bagi banyak pihak sekaligus menjadi pengingat yang kuat akan teladan kesederhanaan hidup yang selalu ia tunjukkan bersama suaminya semasa hidup.
Pertanyaan: Cendera mata apa yang diserahkan dalam malam puncak tersebut dan siapa yang menerimanya?
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Jawaban: Dalam rangkaian acara malam puncak Hoegeng Awards 2026 tersebut, Chairman CT Corp Chairul Tanjung menyerahkan sebuah cendera mata khusus berupa bingkai foto Eyang Meri. Penyerahan cendera mata penuh makna ini diterima secara langsung oleh cucu pertama dari Hoegeng, yaitu Krisnadi Ramajaya Hoegeng yang juga akrab disapa dengan panggilan Rama. Foto yang berada di dalam bingkai tersebut menggambarkan sosok Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri yang sedang menaiki sepeda. Gambar ini tidak hanya sekadar dokumentasi visual, melainkan dimaknai secara mendalam sebagai lambang cinta, kesederhanaan hidup, serta keteladanan yang nyata dari keduanya untuk dijadikan panutan.
Pertanyaan: Apa pesan terakhir yang disampaikan oleh Eyang Meri untuk Kepolisian Republik Indonesia melalui tayangan video?
Jawaban: Di malam puncak Hoegeng Awards tahun ini, pihak penyelenggara turut memutar sebuah video pernyataan khusus dari mendiang Eyang Meri. Pada bagian awal tayangan video tersebut, para hadirin dapat melihat berbagai foto kebersamaan Eyang Meri bersama Hoegeng semasa hidup mereka. Melalui pesan dalam video itu, Eyang Meri menyampaikan harapan yang sangat mendalam agar institusi Polri tetap berada di hati dan senantiasa dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Selain itu, almarhumah menitipkan pesan penting agar institusi tersebut dijaga dengan baik dan benar. Ia juga menegaskan bahwa doa serta kasih sayangnya akan selalu menyertai Polri, yang kemudian ditutup dengan kalimat penuh haru yang berpesan untuk menitipkan Polri.






