tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

Keterlibatan Warga Binaan Lapas Garut dalam Produksi Pupuk Organik Cair

Lidya RumbayanDiterbitkan 21 Agu 2026 - 04.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Keterlibatan Warga Binaan Lapas Garut dalam Produksi Pupuk Organik Cair
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan kini mulai merambah ke sektor industri manufaktur. Salah satu kolaborasi nyata terlihat di Garut, Jawa Barat, di mana sektor swasta memercayakan proses produksinya kepada tenaga kerja dari lembaga pemasyarakatan.

Apa latar belakang pelaksanaan program kerja sama ini?

Inisiatif ini lahir dari upaya sinergi antara sektor swasta, yakni PT Mandraguna Pusaka Indonesia, dan Lapas Kelas IIA Garut. Pemilik PT Mandraguna Pusaka Indonesia, Rian, menyebutkan bahwa kerja sama ini juga didorong oleh masalah klasik limbah industri kulit di Garut yang belum terselesaikan selama puluhan tahun. Limbah kulit sapi dan domba tersebut kini diolah menjadi pupuk organik cair berbasis asam amino, menciptakan sebuah ekosistem ekonomi sirkular yang bernilai ekonomi.

Berapa banyak warga binaan yang dilibatkan dan apa saja tugas mereka?

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Direktur Operasional dan HRD PT Mandraguna Pusaka Indonesia, Nazmul, menyatakan bahwa terdapat sembilan warga binaan dari Lapas Kelas IIA Garut yang bekerja di sebuah fasilitas produksi pupuk organik cair. Mereka menangani berbagai tahap pekerjaan di pabrik yang berlokasi di Karangpawitan, mulai dari pencucian bahan limbah kulit, perebusan, pencampuran, hingga pengemasan di gudang. Selama menjalani asimilasi di luar area lapas, mereka diawasi secara langsung oleh dua orang petugas.

Bagaimana kinerja para warga binaan selama bekerja di pabrik?

Menurut Nazmul, kesembilan warga binaan tersebut sangat kooperatif dan mampu belajar dengan cepat. Pada awalnya, pihak perusahaan harus memberikan instruksi secara rinci untuk setiap bagian pekerjaan. Namun, saat ini mereka sudah memahami tanggung jawab masing-masing tanpa perlu diarahkan secara terus-menerus. Peningkatan keterampilan ini sejalan dengan naiknya kapasitas produksi pabrik, dari yang awalnya 3.000 liter kini telah menyentuh angka 12.000 liter.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bagaimana prospek ekonomi dan target pasar dari produk pupuk organik ini?

Kalapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menjelaskan bahwa permintaan pasar cukup tinggi, terbukti dari pesanan pihak Trubus yang mencapai sekitar dua juta liter per tahun atau setara dengan kebutuhan 5.000 liter per hari. Saat ini pemasaran masih berfokus pada ranah daring, tetapi ada rencana perluasan ke pasar luring yang menyasar langsung para petani. Fasilitas pengolahan limbah ini baru menyerap sekitar dua persen limbah perajin kulit di Garut, dan ditargetkan akan terus ditingkatkan hingga mampu menampung 20 persen limbah industri kulit setempat.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi Sirkular

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  3. 3Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  4. 4Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  5. 5Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham PilihanInvestasi 路 12 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap