Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un secara resmi meresmikan pengoperasian kapal perusak terbaru milik negaranya yang dinamai Kang Kon. Kim Jong Un menyebut bahwa kapal perang anyar ini merupakan bagian terintegrasi dari sistem respons nuklir Korea Utara yang dirancang agar mampu melancarkan serangan balasan yang memusnahkan terhadap pihak musuh.
Upacara peresmian kapal perusak tersebut diselenggarakan langsung di Pelabuhan Wonsan pada 6 September 2026. Berdasarkan informasi dan foto yang dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), kapal perang berbobot 5.000 ton ini resmi masuk ke jajaran operasional militer laut negara tersebut.
Sinyal bagi Pihak yang Memusuhi Korea Utara
Kim Jong Un menjelaskan bahwa pengerahan kapal perusak Kang Kon ke wilayah perairan timur Semenanjung Korea memiliki tujuan strategis yang tegas. Langkah penempatan armada militer ini menjadi sinyal yang sangat jelas bagi pihak-pihak yang dinilai bersikap bermusuhan terhadap kedaulatan Korea Utara.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kang Kon merupakan kapal perusak kelas 5.000 ton dan tercatat sebagai kapal perang kedua dari kelasnya yang resmi masuk dalam dinas operasional militer. Sekitar tiga bulan sebelum peresmian Kang Kon, Korea Utara telah terlebih dahulu meresmikan kapal perusak sejenis bernama Choe Hyon yang difokuskan untuk beroperasi di wilayah pantai barat negara tersebut.
Perluasan Aset Strategis di Kawasan Maritim
Dalam arahannya, Kim Jong Un menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperluas penyebaran aset-aset strategis di berbagai perairan penting. Ekspansi kekuatan maritim ini dipandang krusial guna melindungi kedaulatan wilayah laut nasional sekaligus merespons dinamika keamanan kawasan di sekitar Semenanjung Korea.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kendati Kim Jong Un menegaskan keterlibatan Kang Kon dalam sistem respons dan potensi serangan balasan nuklir, laporan resmi KCNA tidak membeberkan kepastian apakah kapal perang tersebut akan secara langsung membawa hulu ledak atau senjata nuklir. Selain itu, KCNA juga tidak merinci jenis-jenis persenjataan maupun perlengkapan tempur spesifik yang ditempatkan di atas kapal perusak tersebut.






