PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) membukukan laba bersih sebesar Rp6,91 triliun sepanjang semester I 2026. Perolehan tersebut mencerminkan pertumbuhan 34 persen dibandingkan periode yang sama pada semester I 2025 yang tercatat sebesar Rp5,14 triliun.
Pertumbuhan laba bersih perseroan sejalan dengan penguatan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA). Pada paruh pertama 2026, EBITDA Antam mencapai Rp9,62 triliun, melonjak 35 persen dari realisasi semester I 2025 sebesar Rp7,11 triliun. Capaian ini ditopang oleh total pendapatan konsolidasi yang menembus Rp62,71 triliun, didukung efisiensi operasional dan pengelolaan portofolio komoditas.
Penjualan Emas dan Ekspansi Fasilitas Logam Mulia
Komoditas emas menjadi salah satu kontributor utama penerimaan perseroan. Sepanjang semester I 2026, Antam membukukan volume penjualan emas sekitar 18,1 ton, menghasilkan pendapatan sekitar Rp50,39 triliun.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Guna memperkuat lini bisnis tersebut, Antam tengah menyiapkan fasilitas manufaktur Logam Mulia di Gresik dengan proyeksi kapasitas produksi berkisar 30 ton per tahun. Fasilitas manufaktur ini tercatat masih berada dalam tahap prakonstruksi.
Pasokan Nikel Domestik dan Portofolio Bauksit
Pada komoditas nikel, emiten berkode saham ANTM ini memproduksi sekitar 7,78 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel, dengan realisasi volume penjualan mencapai sekitar 6,77 juta wmt. Seluruh volume penjualan bijih nikel tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan di pasar domestik seiring langkah penguatan hilirisasi mineral di dalam negeri.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Di segmen bauksit dan alumina, Antam mengoperasikan tambang bauksit di Tayan serta fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) melalui PT Indonesia Chemical Alumina dengan kapasitas terpasang 300 ribu ton per tahun. Perseroan juga menggenggam kepemilikan saham sebesar 40 persen pada proyek fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) di Mempawah yang berkapasitas terpasang 1 juta ton per tahun.
Hingga akhir semester I 2026, neraca keuangan Antam mencatat total aset sebesar Rp61,27 triliun dan total ekuitas mencapai Rp38,53 triliun. Posisi kas dan setara kas emiten tambang pelat merah ini tercatat berada di level Rp9,23 triliun. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira, menyatakan bahwa perseroan terus memperkuat fundamental bisnis guna mempertahankan kesehatan keuangan dan kesinambungan operasional ke depan.






