tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Digital

Kinerja Keuangan dan Strategi Bisnis GoTo pada Kuartal Kedua 2026

Retno PurwantoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 07.26 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kinerja Keuangan dan Strategi Bisnis GoTo pada Kuartal Kedua 2026
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Strategi bisnis PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dalam meraih profitabilitas kini menjadi sorotan utama di sektor ekonomi digital Indonesia. Di bawah kepemimpinan CEO GoTo, Hans Patuwo, perusahaan berhasil menunjukkan tren positif pada kinerja keuangan mereka yang dilaporkan baru-baru ini. Melalui artikel ini, kami merangkum berbagai informasi penting serta menjawab pertanyaan umum mengenai strategi, realisasi laba, serta penyesuaian target bisnis perusahaan pada periode kuartal kedua tahun 2026. Pertumbuhan ini mencerminkan langkah strategis perusahaan dalam mengoptimalkan berbagai lini bisnis unggulannya.

Bagaimana realisasi laba bersih GoTo pada kuartal II-2026?

Perusahaan GoTo sukses membukukan laba bersih sebesar Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Angka pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan, yaitu naik 47 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Dengan hasil keuangan yang positif ini, GoTo mencatatkan pencapaian penting dengan meraih laba bersih selama dua kuartal berturut-turut. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan secara menyeluruh juga diperkuat oleh pencapaian metrik keuangan lainnya, yaitu EBITDA Grup yang disesuaikan. Nilai EBITDA Grup yang disesuaikan tersebut untuk pertama kalinya berhasil melampaui angka Rp1,0 triliun.

Sektor bisnis mana yang mencatatkan pertumbuhan profitabilitas paling menonjol pada kuartal kedua tahun ini?

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Lini bisnis Financial Technology atau Fintech yang selama ini dikenal dengan nama Gopay menjadi pendorong utama pada periode kuartal kedua ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan, tingkat profitabilitas dari lini bisnis Fintech ini berhasil melebihi tingkat profitabilitas dari bisnis On-demand Services atau yang lebih dikenal dengan layanan Gojek. Pendapatan bersih dari sektor Fintech ini tercatat tumbuh sebesar 53 persen secara tahunan hingga berhasil melampaui angka Rp2 triliun pada kuartal II-2026. Selanjutnya, EBITDA yang disesuaikan untuk segmen Fintech ini juga tercatat melonjak tajam sebesar 447 persen secara tahunan hingga mencapai Rp481 miliar.

Bagaimana dengan perkembangan kinerja keuangan dari segmen On-demand Services atau Gojek?

Segmen On-demand Services tetap menunjukkan performa operasional yang sangat stabil dan terus bertumbuh. Pendapatan bersih dari lini bisnis On-demand Services ini berhasil tembus hingga angka Rp3,6 triliun pada kuartal kedua tahun 2026. Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan untuk segmen ini tercatat mencapai Rp464 miliar, yang mana mewakili peningkatan sebesar 41 persen secara tahunan. Kenaikan kinerja keuangan ini juga tercermin secara langsung pada peningkatan margin di berbagai sektor layanannya. Margin untuk segmen pengiriman makanan dan barang, yang mencakup layanan GoFood dan GoSend, tercatat naik menjadi 2,1 persen dari posisi 1,8 persen pada periode tahun lalu. Sementara itu, margin pada segmen mobilitas yang mencakup layanan GoRide dan GoCar juga mengalami kenaikan menjadi 5,0 persen dari posisi 3,0 persen pada tahun sebelumnya.

Apa kebijakan baru yang diterapkan perusahaan pada pertengahan tahun dan bagaimana dampaknya terhadap operasional?

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Perusahaan GoTo mulai menerapkan kebijakan komisi baru yang dipatok sebesar 8 persen. Kebijakan komisi operasional baru ini secara resmi mulai diberlakukan sejak tanggal 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut membawa dampak langsung terhadap proyeksi pendapatan di sektor layanan terkait pada masa mendatang. Sebagai konsekuensi dari penerapan kebijakan komisi 8 persen tersebut, manajemen GoTo mengambil langkah penyesuaian dengan memutuskan untuk menurunkan target setahun penuh khusus untuk segmen On-demand Services. Target untuk segmen tersebut kini disesuaikan menjadi berada di kisaran Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun.

Bagaimana penyesuaian target keuangan tahunan GoTo secara keseluruhan setelah adanya kebijakan baru tersebut?

Meskipun target keuangan untuk segmen On-demand Services mengalami penurunan sebagai akibat dari kebijakan komisi baru, manajemen GoTo mengimbanginya dengan menaikkan target setahun penuh untuk segmen Fintech. Target segmen Fintech tersebut dinaikkan menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun. Penyesuaian ke atas ini mencerminkan tingginya pertumbuhan layanan Gopay yang terus meningkat pesat di pasar. Di sisi lain, untuk target EBITDA Grup yang disesuaikan secara keseluruhan untuk satu tahun penuh, manajemen GoTo memutuskan untuk tidak mengubahnya. Perusahaan tetap mempertahankan target operasional tersebut pada kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Laporan KeuanganGOTOGojekGoPayHans Patuwo

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap