tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Kinerja Keuangan InfraNexia Semester I 2026 dan Penguatan Infrastruktur Fiber Nasional

Lidya RumbayanDiterbitkan 6 Agu 2026 - 04.54 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kinerja Keuangan InfraNexia Semester I 2026 dan Penguatan Infrastruktur Fiber Nasional
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Langkah strategis penataan aset konektivitas telekomunikasi nasional mengalami perubahan penting pada awal tahun 2026. Tepat pada 1 Januari 2026, pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) resmi berlaku secara efektif. Pengalihan ini menandai mulainya fase baru dalam pengelolaan infrastruktur jaringan serat optik wholesale di Indonesia, di mana InfraNexia memegang peran sentral dalam mengoperasikan dan mengoptimalkan aset-aset konektivitas tersebut. Setelah memasuki fase operasional baru selama enam bulan, perkembangan kinerja perusahaan dipaparkan secara resmi oleh Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, pada hari Selasa, 4 Agustus 2026. Laporan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai capaian finansial dan pertumbuhan operasional perusahaan sepanjang semester pertama tahun 2026.

Mengawali enam bulan pertama pada tahun 2026, InfraNexia berhasil membukukan total pendapatan yang mencapai Rp 7,7 triliun. Apabila dicermati dari komposisi pendapatan tersebut, kontribusi terbesar masih didominasi oleh transaksi yang berasal dari ekosistem TelkomGroup. Dominasi ini selaras dengan peran strategis InfraNexia sejak awal pembentukannya, yaitu untuk mendukung dan memenuhi seluruh kebutuhan konektivitas di dalam grup usaha Telkom secara menyeluruh. Sebagai penyedia infrastruktur utama bagi grup induknya, InfraNexia memastikan keandalan jaringan serat optik yang dibutuhkan untuk menopang berbagai layanan telekomunikasi dan digital yang disajikan oleh TelkomGroup kepada masyarakat luas.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Di samping melayani kebutuhan internal ekosistem induknya, InfraNexia juga menunjukkan perkembangan signifikan dalam menjangkau pasar di luar grup. Pendapatan yang diperoleh dari pelanggan non-TelkomGroup pada portofolio bisnis yang kini dikelola oleh InfraNexia mencatatkan pertumbuhan sebesar 31 persen secara tahunan (year-on-year) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara nominal, pendapatan dari segmen pelanggan di luar TelkomGroup ini mencapai Rp 939 miliar pada semester I 2026. Pertumbuhan sebesar 31 persen ini mengindikasikan peningkatan kepercayaan pasar serta tingginya penyerapan kapasitas jaringan serat optik oleh para pelaku industri telekomunikasi dan penyedia jasa internet di luar ekosistem TelkomGroup.

Baca Juga

Dampak Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Kuartal II 2026 bagi Pelaku Usaha Mandiri

Dampak Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Kuartal II 2026 bagi Pelaku Usaha Mandiri

Dari sisi portofolio produk dan layanan, InfraNexia mengelola segmen wholesale network yang mencakup beberapa layanan utama, yaitu Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia. Lini produk ini menjadi tulang punggung penyediaan kapasitas jaringan bagi para mitra bisnis dan operator telekomunikasi. Setelah pengelolaan segmen wholesale network ini dialihkan secara resmi ke bawah manajemen InfraNexia, portofolio yang terdiri dari Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7 persen secara tahunan. Capaian pertumbuhan ini mengonfirmasi bahwa konsolidasi pengelolaan aset fiber wholesale di bawah entitas InfraNexia mampu memberikan dorongan positif terhadap kinerja komersial lini produk jaringan tersebut.

Aspek profitabilitas perusahaan selama periode enam bulan pertama tahun 2026 menunjukkan indikator finansial yang kuat. InfraNexia membukukan margin EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar 54,5 persen pada semester I 2026. Pencapaian margin EBITDA di atas 50 persen ini mencerminkan efisiensi operasional yang tinggi dalam pengelolaan aset serat optik serta kapabilitas perusahaan dalam menjaga tingkat profitabilitas di tengah proses pengalihan dan integrasi bisnis. Tingkat profitabilitas ini memberikan landasan finansial yang stabil bagi perusahaan dalam menjalankan operasional jaringan skala nasional.

Baca Juga

Pertemuan Darurat Yordania dan RI, Mengapa Potensi Perang Agama Global Kian Mengancam?

Pertemuan Darurat Yordania dan RI, Mengapa Potensi Perang Agama Global Kian Mengancam?

Seiring dengan bertambahnya portofolio aset yang dikelola dan meluasnya jangkauan operasional bisnis wholesale fiber connectivity, InfraNexia juga melakukan penguatan pada aspek sumber daya manusia. Sepanjang semester I 2026, jumlah karyawan perusahaan mengalami peningkatan yang signifikan. Data operasional mencatat bahwa jumlah tenaga kerja InfraNexia meningkat dari 1.128 orang menjadi 1.338 orang. Penambahan jumlah karyawan ini sejalan dengan kebutuhan perusahaan untuk memperkuat kapasitas tim teknis, operasional, dan komersial dalam mendukung pengelolaan jaringan yang lebih intensif setelah pengalihan aset efektif berjalan.

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari TelkomGroup, operasional InfraNexia turut mengambil peran aktif dalam mendukung komitmen Danantara Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Penyediaan infrastruktur konektivitas serat optik yang tangguh dan efisien merupakan elemen krusial bagi keberlangsungan ekosistem digital Indonesia. Melalui kinerja positif yang dicatatkan pada semester pertama 2026, baik dari sisi pertumbuhan pendapatan, peningkatan pelanggan non-TelkomGroup, efisiensi margin EBITDA, maupun pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia, InfraNexia memperlihatkan kesiapan infrastruktur dalam menopang tulang punggung konektivitas nasional secara berkelanjutan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Danantara IndonesiaInfrastruktur DigitalInfraNexiaTelkomGroupFiber Connectivity

Berita Terbaru Lainnya

Dampak Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Kuartal II 2026 bagi Pelaku Usaha MandiriPertemuan Darurat Yordania dan RI, Mengapa Potensi Perang Agama Global Kian Mengancam?Cara Memantau Pengembalian PPh Pasal 22 dari E-Commerce untuk Pedagang OnlineAlokasi Dana SAL Rp70 Triliun ke Himbara dan Rincian PembagiannyaUnit Rudal Korea Utara Mulai Dikerahkan ke Rusia BaratPengaruh Kebijakan Amerika Serikat terhadap Posisi Strategis Iran di Timur TengahProgram Pengawasan Pembangunan di Kepulauan Nias oleh Gubernur dan DPRD Sumatera UtaraEkonomi Indonesia Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29 Persen di Tengah Tekanan Global

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap