tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Digital Economy & Earning

Kinerja Keuangan Telkom Semester I 2026, Pendapatan dan Laba Tumbuh Kuat

Lidya RumbayanDiterbitkan 2 Agu 2026 - 17.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kinerja Keuangan Telkom Semester I 2026, Pendapatan dan Laba Tumbuh Kuat
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terus menunjukkan ketahanan fundamental bisnisnya dalam menghadapi dinamika pasar telekomunikasi nasional. Pada paruh pertama tahun 2026, perseroan melaporkan kinerja keuangan yang solid melalui eksekusi strategi transformasi TLKM30. Bagi para pelaku ekonomi digital dan investor, memahami rincian pertumbuhan pendapatan, margin laba, serta langkah efisiensi operasional Telkom sangat penting untuk melihat prospek penciptaan nilai perusahaan ke depan. Berikut adalah ulasan lengkap dalam format tanya jawab mengenai pencapaian bisnis TelkomGroup sepanjang semester pertama tahun 2026.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Bagaimana rincian kinerja pendapatan dan laba bersih Telkom pada semester pertama 2026?

Pada semester pertama tahun 2026, Telkom berhasil mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, yang merepresentasikan pertumbuhan sebesar 3,9 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Kinerja positif ini sejalan dengan peningkatan EBITDA perusahaan sebesar 3,8 persen YoY menjadi Rp37,5 triliun, dengan margin EBITDA yang solid di angka 49,4 persen. Laba bersih TLKM juga ikut tumbuh sebesar 1,4 persen YoY mencapai Rp10,6 triliun, dengan margin laba bersih sebesar 14,0 persen. Lebih lanjut, laba bersih yang dinormalisasi mencapai angka Rp11,3 triliun atau tumbuh 6,2 persen YoY, dengan margin sebesar 14,9 persen. Dari sisi likuiditas, perseroan membukukan arus kas operasional yang kuat sebesar Rp34,9 triliun, tumbuh 7,0 persen YoY. Menanggapi pencapaian ini, Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa komitmen dan dedikasi perusahaan dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil dicapai pada paruh pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme untuk mempercepat transformasi sekaligus mengukuhkan peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital di Indonesia.

Apa faktor pendorong utama di balik pertumbuhan segmen B2C dan operasional Telkomsel?

Baca Juga

Kisah J.M.L. Bohl, Dari Menyisihkan Gaji hingga Menguasai 1.400 Hektare Lahan di Batavia

Kisah J.M.L. Bohl, Dari Menyisihkan Gaji hingga Menguasai 1.400 Hektare Lahan di Batavia

Segmen B2C yang dikelola oleh Telkomsel terus menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan perusahaan. Pada periode ini, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun, yang berarti tumbuh 3,3 persen YoY. Kinerja yang menggembirakan tersebut sangat didorong oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business Data yang melonjak 11,0 persen pada semester pertama 2026. Dari sisi operasional seluler, Average Revenue Per User (ARPU) mobile mengalami peningkatan yang sehat menjadi Rp45.600 atau tumbuh 9,0 persen YoY. Sementara itu, untuk layanan fixed broadband, jumlah pelanggan tercatat menjadi 9,5 juta pelanggan, turun dari 10,1 juta pelanggan pada semester pertama tahun 2025. Terkait layanan IndiHome, ARPU secara kuartalan meningkat 3,4 persen menjadi Rp211.000. Adapun secara semesteran, ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp207.000 dengan rasio konvergensi layanan yang terus meningkat hingga mencapai level 65 persen.

Bagaimana perkembangan segmen B2B Infrastructure dan bisnis menara yang dikelola Mitratel?

Segmen B2B Infrastructure mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang sangat impresif. Total pendapatan segmen ini tumbuh 19,0 persen YoY menjadi Rp33,1 triliun pada paruh pertama 2026. Dari jumlah tersebut, pendapatan eksternal di segmen B2B Infrastructure meningkat 4,9 persen YoY menjadi Rp4,7 triliun. Pada lini bisnis menara telekomunikasi, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun, menunjukkan pertumbuhan 2,1 persen YoY. Kinerja Mitratel didukung oleh peningkatan total penyewa (tenant) yang mencapai 63.866, sehingga mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) menara naik menjadi 1,57x. Di sektor infrastruktur digital lainnya, Telkom juga mengukuhkan inisiatif konsolidasi dengan menjadikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat untuk seluruh aset data center yang dimiliki oleh TelkomGroup.

Berapa kontribusi dari segmen B2B ICT serta International Business terhadap total pendapatan perusahaan?

Baca Juga

Cara Melindungi Pendapatan Logistik dari Pungutan Liar Berkaca pada Kasus Dishub Kota Bekasi

Cara Melindungi Pendapatan Logistik dari Pungutan Liar Berkaca pada Kasus Dishub Kota Bekasi

Selain segmen konsumer dan infrastruktur, Telkom juga memperoleh kontribusi pendapatan yang signifikan dari layanan bisnis korporasi dan internasional. Segmen B2B ICT mencatatkan pendapatan sebesar Rp7,3 triliun, yang merepresentasikan pertumbuhan kuartalan (QoQ) sebesar 35,7 persen. Di sisi lain, segmen International Business berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp5,7 triliun pada periode yang sama. Kinerja pada segmen-segmen ini menunjukkan diversifikasi portofolio perusahaan yang berjalan efektif, terutama dalam menyediakan solusi teknologi informasi dan komunikasi untuk skala korporasi global maupun regional.

Apa saja langkah efisiensi operasional dan realisasi belanja modal yang dilakukan Telkom?

Dalam rangka penciptaan nilai masa depan dan penyederhanaan struktur grup, Telkom telah menuntaskan proses streamlining terhadap 10 entitas perusahaan. Proses perampingan ini dilakukan melalui berbagai skema, termasuk divestasi, merger, dan likuidasi. Terkait investasi, perseroan merealisasikan belanja modal (CAPEX) sebesar Rp10,8 triliun pada semester pertama 2026. Lebih dari 96 persen dari total belanja modal tersebut difokuskan pada pengembangan area bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business. Pada pilar transformasi lainnya, Telkom telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan strategis dalam pelaksanaan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2. Proses pengalihan aset strategis ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada semester kedua tahun 2026. Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, Telkom terus memperkuat fondasi ekonomi digital nasional melalui investasi dan operasional yang efisien.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kinerja KeuanganTelkomselTelkomTLKMMitratel

Berita Terbaru Lainnya

Penyelidikan Foto Viral, Polisi Panggil Dokter RS Muhammadiyah Taman Puring Terkait Kematian SutrimoRisiko Keselamatan Kerja Profesi Wasit Tarkam, Studi Kasus Danlanud Cup 2026Pengaruh Penggunaan Biodiesel B50 terhadap Performa Mesin Kendaraan OperasionalCara Menganalisis Risiko Operasional Pertambangan Berdasarkan Kasus BalochistanSpesifikasi dan Dampak Terowongan Kereta Cepat Bawah Air Tercepat di DuniaShell Lepas Aset Rp13 Triliun di Siprus untuk Perkuat Bisnis LNG GlobalAncaman Gempa Megathrust Laut Banda dan Mitigasi Bencana PesisirStrategi Mencermati Arah Kebijakan dan Program Pendidikan Pemerintah

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap