tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Digital Economy & Earning

Kisah J.M.L. Bohl, Dari Menyisihkan Gaji hingga Menguasai 1.400 Hektare Lahan di Batavia

Retno PurwantoDiterbitkan 2 Agu 2026 - 17.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah J.M.L. Bohl, Dari Menyisihkan Gaji hingga Menguasai 1.400 Hektare Lahan di Batavia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Investasi properti dan kepemilikan lahan sering kali menjadi instrumen utama dalam membangun kekayaan jangka panjang. Di era modern, memiliki aset di kawasan premium seperti Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta membutuhkan dana yang luar biasa besar. Harga lahan di kawasan tersebut kini telah menembus kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta per meter persegi. Namun, jika kita melihat kembali lembaran sejarah sekitar 140 tahun lalu, terdapat kisah menarik tentang bagaimana akumulasi modal yang berawal dari menyisihkan gaji bulanan bisa berujung pada kepemilikan lahan yang sangat luas. Salah satu sosok historis yang berhasil membuktikan hal ini adalah J.M.L. Bohl, seorang imigran asal Belanda yang kelak tercatat sebagai salah satu tuan tanah terbesar pada masa Hindia Belanda.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Perjalanan hidup Bohl di Batavia dimulai ketika ia tiba pada tahun 1864. Saat itu, usianya masih sangat muda, yakni baru menginjak 16 tahun. Jauh dari citra orang kaya raya, Bohl merintis kariernya dari bawah sebagai seorang pegawai biasa di sebuah perusahaan dagang bernama Pitcairn Syaae & Co. Alih-alih menghabiskan pendapatannya, Bohl memilih untuk menabung gajinya secara konsisten. Langkah disiplin ini ia lakukan demi mengumpulkan modal yang cukup untuk membeli tanah, sebuah strategi pengelolaan keuangan yang akhirnya mengubah jalan hidupnya di masa depan.

Berkat ketekunannya dalam mengumpulkan gaji, Bohl berhasil membeli tanah dan menjadi tuan tanah saat usianya masih tergolong muda. Ia menguasai lahan luas di kawasan Matraman dan Sinajan, yang kini lebih kita kenal sebagai Senayan. Berdasarkan data dari dokumen Handboek voor Cultuur en Handels-ondernemingen in Nederlandsch-Indi毛 tahun 1896, Bohl tercatat memiliki tanah seluas 1.474 bau atau setara dengan kurang lebih 1.000 hektare di kawasan Senayan. Pada masa itu, lahan raksasa tersebut dimanfaatkan sebagai area persawahan dan perkebunan kelapa dengan nilai mencapai sekitar 36.000 gulden.

Baca Juga

Kinerja Keuangan Telkom Semester I 2026, Pendapatan dan Laba Tumbuh Kuat

Kinerja Keuangan Telkom Semester I 2026, Pendapatan dan Laba Tumbuh Kuat

Ekspansi kepemilikan tanah Bohl tidak hanya berhenti di Senayan, tetapi juga merambah ke kawasan Matraman. Merujuk pada catatan Adresboek van Nederlandsch-Indi毛 voor den Handel tahun 1896, ia mengakuisisi tanah partikelir di Matraman seluas 502 bau atau sekitar 400 hektare. Jika diakumulasikan secara keseluruhan, Bohl menguasai sekitar 1.400 hektare lahan di wilayah Batavia. Di atas tanah Matraman tersebut, ia mendirikan sebuah rumah besar yang menjadi kediamannya. Sebagai simbol kemewahan pada masa itu, ia juga memelihara puluhan ekor rusa di kawasan tempat tinggalnya tersebut.

Lahan-lahan pertanian yang dikuasai Bohl memberikan hasil komoditas pertanian seperti padi dan kelapa. Hasil bumi ini memberikan sumber pendapatan tetap yang terus memperkuat kondisi finansialnya. Meskipun memiliki kekayaan yang melimpah dari bisnis pertanahan, Bohl dikenal sebagai pribadi yang jarang bersosialisasi. Masyarakat pada masa itu mengenalnya terutama karena statusnya sebagai pemilik tanah dalam jumlah besar. Kendati demikian, ia sempat masuk ke ranah politik dengan maju sebagai anggota dewan yang mewakili wilayah Meester Cornelis, sebagaimana dicatat oleh surat kabar De Locomotief pada edisi 21 Agustus 1908.

Baca Juga

Cara Melindungi Pendapatan Logistik dari Pungutan Liar Berkaca pada Kasus Dishub Kota Bekasi

Cara Melindungi Pendapatan Logistik dari Pungutan Liar Berkaca pada Kasus Dishub Kota Bekasi

Kiprah sang tuan tanah akhirnya terhenti pada tanggal 18 Juni 1920. Bohl meninggal dunia pada usia 72 tahun akibat komplikasi gagal ginjal, setelah sebelumnya menjalani operasi usus buntu di sebuah rumah sakit di Jalan Salemba. Pasca-wafatnya Bohl, penguasaan pribadi atas lahan-lahan luas di Senayan dan Matraman tersebut berakhir. Berbagai arsip kolonial menyebutkan bahwa aset tanah peninggalannya kemudian diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda. Perjalanan J.M.L. Bohl memberikan catatan sejarah mengenai bagaimana kedisiplinan menabung gaji dapat diubah menjadi aset properti berskala besar, yang kini wilayahnya menjadi kawasan paling strategis di Jakarta.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Investasi PropertiManajemen KeuanganSejarah KeuanganTuan TanahAkumulasi Modal

Berita Terbaru Lainnya

Risiko Keselamatan Kerja Profesi Wasit Tarkam, Studi Kasus Danlanud Cup 2026Pengaruh Penggunaan Biodiesel B50 terhadap Performa Mesin Kendaraan OperasionalCara Menganalisis Risiko Operasional Pertambangan Berdasarkan Kasus BalochistanSpesifikasi dan Dampak Terowongan Kereta Cepat Bawah Air Tercepat di DuniaShell Lepas Aset Rp13 Triliun di Siprus untuk Perkuat Bisnis LNG GlobalAncaman Gempa Megathrust Laut Banda dan Mitigasi Bencana PesisirStrategi Mencermati Arah Kebijakan dan Program Pendidikan PemerintahDampak Kekeringan Sungai Danube terhadap Infrastruktur Energi dan Logistik Eropa

Paling Banyak Dibaca

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  2. 2Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap