tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Kisah Soesalit, Putra R.A Kartini yang Memilih Menjadi Tentara dan Hidup Melarat

Ance ManoppoDiterbitkan 23 Agu 2026 - 01.43 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah Soesalit, Putra R.A Kartini yang Memilih Menjadi Tentara dan Hidup Melarat
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Soesalit merupakan putra dari pasangan pejuang dan tokoh terkemuka di Indonesia, yaitu R.A Kartini dan Raden Mas Adipati Ario Djojadiningrat. Ayahnya adalah seorang pejabat yang bertugas memimpin daerah sebagai Bupati Rembang. Selain terlahir dari sosok ayah yang berkedudukan tinggi di pemerintahan daerah, sejarah Indonesia kelak juga mencatat bahwa sang ibu, R.A Kartini, menjadi orang besar yang sangat dihormati oleh masyarakat luas.

Sebagai putra dari seorang pejabat pemerintahan, Soesalit sebenarnya memiliki hak secara garis keluarga untuk menggantikan ayahnya sebagai Bupati Rembang. Peluang untuk menduduki kursi kepemimpinan daerah tersebut terbuka lebar, bahkan banyak saudara yang berulang kali datang meminta serta membujuk Soesalit agar bersedia menjadi bupati. Walaupun desakan dari pihak keluarga terus berdatangan, Soesalit tetap mantap memberikan jawaban berupa penolakan dan memilih jalan pengabdian lain.

Sebagai pengganti pilihan untuk tidak menjadi bupati, Soesalit memutuskan untuk terjun ke dunia militer pada tahun 1943. Di awal perjalanan militernya, ia menjalani pelatihan yang diberikan oleh tentara Jepang sebelum akhirnya resmi bergabung sebagai anggota tentara Pembela Tanah Air (PETA). Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia bergulir, Soesalit secara praktis meneruskan baktinya dalam bidang pertahanan dengan menjadi bagian dari kesatuan Tentara Keamanan Rakyat Republik Indonesia.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kiprah Soesalit di dunia militer terus berkembang pesat hingga mencapai puncak kesuksesannya pada tahun 1946. Pada saat itu, dirinya diangkat menjadi Panglima Divisi II Diponegoro yang memimpin kesatuan pasukan terpenting dengan tanggung jawab menjaga keamanan ibu kota negara Republik Indonesia di Yogyakarta. Selain memegang komando pasukan di lapangan sebagai seorang jenderal bintang dua, Soesalit juga dipercaya mengemban jabatan strategis di tingkat pusat, salah satunya bertugas sebagai penasehat Menteri Pertahanan di lingkungan Kabinet Ali Sastro pada tahun 1953.

Sepanjang hidupnya, Soesalit dikenal memiliki integritas yang sangat tinggi dan tidak pernah mau memanfaatkan garis keturunannya demi memperoleh kemudahan atau simpati. Padahal, kala itu lagu mengenai ibunya yang berjudul "Ibu Kita Kartini" ciptaan komposer W.R Soepratman sudah sangat populer dan terus dinyanyikan oleh banyak orang di seantero negeri. Atasan Soesalit di lingkungan militer, Jenderal Nasution, menjadi saksi langsung yang melihat bagaimana sang jenderal bintang dua tersebut sama sekali tidak pernah mengumbar nama besar orang tuanya.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Jenderal Nasution juga menyaksikan secara langsung bahwa ketika sudah tidak lagi aktif menjalankan tugas, Soesalit lebih memilih untuk menjalani kehidupan yang melarat sebagai seorang veteran pejuang. Pria kelahiran Rembang ini secara sadar menolak untuk meminta hak-hak yang semestinya ia dapatkan sebagai seorang veteran kemerdekaan. Akibat memegang teguh prinsip hidup yang bersahaja dan mandiri tersebut, Soesalit tetap hidup dalam kemelaratan hingga akhirnya tutup usia pada tanggal 17 Maret 1962.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sejarah Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap