tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Kisah Sukses Kopi Kapal Api dari Industri Rumahan Surabaya hingga Pasar Global

Fitri LimbongDiterbitkan 9 Agu 2026 - 04.17 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah Sukses Kopi Kapal Api dari Industri Rumahan Surabaya hingga Pasar Global
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Perjalanan membangun sebuah imperium bisnis sering kali berawal dari langkah kecil yang sangat sederhana. Pada dekade 1920-an, seorang pendatang asal Fujian, China, bernama Go Soe Loet, tiba di Surabaya. Di kota pelabuhan ini, ia merintis usaha kopi rumahan untuk menyambung hidup. Proses produksinya dilakukan secara manual dan tradisional: Go Soe Loet secara selektif memilih biji kopi dengan kualitas terbaik, menggorengnya, lalu menumbuknya hingga menjadi bubuk halus sebelum akhirnya dijual ke pasar lokal.

Langkah awal ini tentu tidak bebas dari rintangan. Menurut catatan Muhammad Ma'ruf dalam buku 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010:31), Go Soe Loet harus berhadapan dengan banyak kompetitor yang menawarkan produk serupa di pasar. Menyadari ketatnya persaingan tersebut, ia memutar otak agar produk buatannya memiliki identitas unik yang membedakannya dari para pesaing. Go Soe Loet memutuskan untuk mengemas kopi bubuknya menggunakan kertas berwarna cokelat. Kemasan tersebut diberi merek HAP Hootjan, sebuah nama yang terinspirasi dari pengalamannya menumpang kapal api bertenaga uap saat berlayar menuju Pulau Jawa. Nama HAP Hootjan ini sendiri memiliki arti Kapal Api.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Seiring berjalannya waktu, tongkat estafet bisnis mulai dibagikan kepada generasi berikutnya. Anak Go Soe Loet yang bernama Go Tek Whie dididik secara langsung dan dilibatkan secara aktif dalam operasional usaha kopi keluarga ini. Pada era 1970-an, Go Tek Whie, yang kemudian lebih dikenal luas dengan nama Soedomo Mergonoto, mengambil langkah besar dengan mengubah nama merek dagang HAP Hootjan menjadi Kapal Api. Perubahan nama merek dagang ini menandai babak baru dalam upaya memodernisasi bisnis yang awalnya dirintis dari skala rumahan tersebut.

Baca Juga

Sistem Lampu Lalu Lintas DKI Jakarta Diatur Manual Akibat Kebakaran Gedung Bapenda

Sistem Lampu Lalu Lintas DKI Jakarta Diatur Manual Akibat Kebakaran Gedung Bapenda

Di bawah kepemimpinan Soedomo, bisnis ini dihadapkan pada tantangan mekanisasi dan efisiensi produksi. Saat melakukan perjalanan ke Jerman untuk menghadiri pameran mesin pengolah kopi, Soedomo tertarik pada sebuah mesin modern. Namun, harga mesin tersebut sangat tinggi untuk ukuran modal mereka saat itu, mencapai Rp 123 juta. Alih-alih langsung membeli mesin tersebut, Soedomo mencoba mengamati cara kerjanya dan mereplikasi teknologi tersebut secara mandiri dengan anggaran minimal sebesar Rp 870 ribu. Mesin tiruan buatannya memang berhasil diselesaikan dan mampu mengolah hingga 180 kilogram kopi per jam, tetapi keputusan memotong anggaran ini justru memicu masalah baru yang serius. Kualitas kopi yang dihasilkan dari mesin tiruan tersebut memburuk, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan performa bisnis Kapal Api secara keseluruhan.

Kegagalan mesin replika murah tersebut memaksa Soedomo untuk mengambil keputusan finansial yang berani demi menyelamatkan bisnis keluarga. Ia memutuskan untuk menyerah pada mesin tiruan dan beralih membeli mesin pengolah kopi yang mahal langsung dari Jerman. Untuk mendanai pembelian mesin impor tersebut, ia mengajukan pinjaman modal ke Bank Pembangunan Indonesia. Keputusan berani ini terbukti membawa dampak positif yang besar. Mesin kopi dari Jerman tersebut mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga kualitas kopi tetap tinggi, sehingga bisnis Kapal Api kembali pulih dan tumbuh semakin besar. Soedomo kemudian memperkuat struktur bisnisnya dengan mendirikan perusahaan resmi bernama PT Santos Jaya Abadi di Sidoarjo.

Baca Juga

Pemerintah Targetkan Pembangunan 100 Titik Sekolah Rakyat Permanen Tahun Ini untuk Keluarga Prasejahtera

Pemerintah Targetkan Pembangunan 100 Titik Sekolah Rakyat Permanen Tahun Ini untuk Keluarga Prasejahtera

Dengan kapasitas produksi yang lebih besar dan stabil, langkah pemasaran agresif pun dimulai untuk memperluas jangkauan pasar. Soedomo tidak ragu mengeluarkan biaya besar untuk menayangkan iklan Kapal Api di stasiun televisi TVRI yang saat itu terkenal mahal. Upaya promosi ini membuahkan hasil manis karena merek Kapal Api menjadi dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Distribusi produk segera diperluas ke luar Pulau Jawa, menjangkau wilayah Palembang, Makassar, Medan, hingga Pontianak. Tidak berhenti di pasar domestik, pada tahun 1985, Kapal Api mulai mengekspor produk kopinya ke luar negeri, meliputi wilayah Timur Tengah, Taiwan, Hongkong, dan Malaysia.

Keberhasilan ekspansi pasar memicu pengembangan portofolio produk yang lebih variatif untuk menjangkau berbagai segmen konsumen. PT Santos Jaya Abadi meluncurkan produk kopi susu dengan merek Kopi ABC yang langsung laris manis di pasaran. Pada tahun 1992, Soedomo juga melihat peluang di segmen gaya hidup dengan merambah bisnis kedai kopi modern melalui merek Excelso. Kedai ini dirancang khusus untuk menyasar konsumen kelas menengah ke atas, dengan gerai-gerai perdana yang dibuka di pusat perbelanjaan bergengsi seperti Plaza Indonesia di Jakarta dan Plaza Tunjungan II di Surabaya. Portofolio produk perusahaan pun terus berkembang hingga mencakup merek populer lain seperti Good Day, Ceremix, hingga produk non-kopi seperti Permen Relaxa. Dari usaha rumahan di Surabaya, dedikasi lintas generasi ini berhasil menciptakan salah satu bisnis kopi terbesar di Indonesia.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Strategi Bisnis

Berita Terbaru Lainnya

Sistem Lampu Lalu Lintas DKI Jakarta Diatur Manual Akibat Kebakaran Gedung BapendaPemerintah Targetkan Pembangunan 100 Titik Sekolah Rakyat Permanen Tahun Ini untuk Keluarga PrasejahteraPengadilan Banding AS Minta Proyek Ballroom Gedung Putih Senilai Rp 7,16 Triliun DihentikanBank Jakarta Cetak Pemimpin Digital Melalui ODP Information Technology 2026Penipuan Seleksi CPNS di Jawa Timur, Modus Ujian Susulan Timbulkan Kerugian Lebih dari Rp20 MiliarPramono Anung Pastikan Data Pajak Aman Usai Kebakaran Gedung Bapenda DKI JakartaKebakaran Hanguskan Ratusan Hektare Savana Gunung Bromo, Sebagian Kawasan Wisata DitutupLaporan Dugaan Penganiayaan oleh Kombes Teddy Fanani Resmi Masuk Polda Sumbar

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026