tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Kolaborasi Baznas RI dan KHCF Yordania dalam Pendanaan Layanan Kesehatan Palestina

Retno PurwantoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 16.43 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kolaborasi Baznas RI dan KHCF Yordania dalam Pendanaan Layanan Kesehatan Palestina
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Pertemuan penting di kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Jakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026, menandai babak baru dalam kolaborasi kemanusiaan lintas negara. Dalam audiensi tersebut, Baznas RI bersama Kedutaan Besar Yordania dan King Hussein Cancer Foundation (KHCF) membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan serta memenuhi kebutuhan gizi warga Palestina. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad, Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Republik Indonesia Sudqi Al Omoush, serta Direktur KHCF Madelin Al Salah. Langkah ini menjadi respons nyata terhadap krisis kemanusiaan yang terus membayangi wilayah konflik tersebut.

Sebagai bentuk aksi nyata awal, kolaborasi ini ditandai dengan penyaluran dana kemanusiaan untuk layanan kesehatan Palestina oleh Baznas RI senilai lebih dari Rp 1,7 miliar. Selain itu, pada tahun 2026, Baznas RI juga mengalokasikan dana bantuan tambahan yang nilainya mencapai lebih dari Rp 3,5 miliar. Dana alokasi terbaru tersebut secara khusus diarahkan untuk mendukung pengobatan pasien kanker asal Gaza yang saat ini sedang menjalani perawatan di Yordania. Upaya ini menjadi sangat krusial mengingat fasilitas medis di wilayah asal para pasien telah mengalami kelumpuhan akibat konflik yang berkepanjangan, sehingga memaksa mereka mencari perawatan khusus ke luar daerah konflik.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Dalam konteks ekonomi sosial global, kerja sama ini juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi lembaga kemanusiaan internasional seperti KHCF. Direktur KHCF Madelin Al Salah mengungkapkan bahwa lembaga yang dipimpinnya tengah menghadapi situasi kritis akibat penurunan donasi internasional. Penurunan ini dipicu oleh pecahnya perang di sejumlah negara Teluk, yang secara langsung mengalihkan fokus dan kapasitas donor global. Oleh karena itu, dukungan dana dari masyarakat Indonesia melalui Baznas RI menjadi instrumen penyelamat yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan layanan medis bagi para pengungsi dan korban perang yang sangat membutuhkan perawatan onkologi.

Menanggapi situasi kritis tersebut, Duta Besar Sudqi Al Omoush menekankan pentingnya membangun sistem pendanaan yang tidak hanya bersifat darurat, melainkan juga berkelanjutan. Ia mendorong agar kedua lembaga mulai merancang program wakaf berkelanjutan. Program wakaf ini diproyeksikan dapat menjadi instrumen finansial sosial yang kokoh untuk menyokong kebutuhan hidup para pengungsi Palestina serta masyarakat lain di wilayah-wilayah yang terdampak konflik bersenjata secara jangka panjang.

Guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai program kemanusiaan ini, berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait implementasi kerja sama antara Baznas RI dan KHCF Yordania.

Baca Juga

Dewa United Resmi Berpisah dengan Jan Olde Riekerink Setelah Empat Musim Kerja Sama

Dewa United Resmi Berpisah dengan Jan Olde Riekerink Setelah Empat Musim Kerja Sama

Bagaimana rincian penyaluran dana yang dialokasikan oleh Baznas RI untuk warga Palestina?

Penyaluran dana terbagi ke dalam dua skema utama. Skema pertama adalah penyaluran dana kemanusiaan senilai lebih dari Rp 1,7 miliar yang digunakan untuk mengoptimalkan fasilitas medis serta memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Palestina secara umum. Skema kedua adalah alokasi dana khusus pada tahun 2026 senilai lebih dari Rp 3,5 miliar yang difokuskan untuk membiayai perawatan dan pengobatan pasien penderita kanker asal Gaza yang saat ini sedang dirawat di Yordania di bawah penanganan KHCF.

Apa saja program jangka panjang yang disiapkan Baznas RI di bidang pendidikan dan kesehatan?

Sebagai langkah antisipasi masa depan, Baznas RI sedang menyusun program bantuan jangka panjang berupa beasiswa pendidikan tinggi. Program ini dirancang khusus bagi mahasiswa asal Palestina agar dapat melanjutkan studi mereka di perguruan tinggi di Indonesia. Fokus utama dari beasiswa ini adalah pada program studi bidang kesehatan. Melalui program ini, diharapkan para mahasiswa dapat memperoleh keahlian medis yang mumpuni untuk nantinya membantu memulihkan layanan kesehatan di tanah air mereka. Namun, rincian teknis mengenai pelaksanaan dan kuota beasiswa ini masih berada dalam tahap persiapan lebih lanjut.

Baca Juga

Keamanan Pekerja Lapangan di Landak Disorot Usai Penemuan Jasad Ibu dan Balita

Keamanan Pekerja Lapangan di Landak Disorot Usai Penemuan Jasad Ibu dan Balita

Mengapa King Hussein Cancer Foundation mengalami kesulitan pendanaan saat ini?

KHCF saat ini sedang menghadapi krisis keuangan yang disebabkan oleh penurunan drastis dalam penerimaan donasi internasional. Penurunan donasi ini merupakan dampak langsung dari ketidakstabilan geopolitik dan perang yang terjadi di wilayah negara-negara Teluk. Perang tersebut membuat prioritas bantuan keuangan dari negara-negara donor beralih, sehingga menyebabkan lembaga medis kemanusiaan seperti KHCF kekurangan sumber daya finansial untuk membiayai operasional pengobatan pasien kanker dari wilayah konflik seperti Gaza.

Bagaimana konsep program wakaf yang diusulkan dalam kerja sama kemanusiaan ini?

Program wakaf yang diusulkan oleh Duta Besar Yordania Sudqi Al Omoush bertujuan untuk menciptakan sumber pendanaan yang mandiri dan berkelanjutan. Berbeda dengan donasi biasa yang bersifat sekali habis, program wakaf dirancang agar nilai pokoknya tetap terjaga sementara hasil pengelolaannya digunakan terus-menerus untuk membantu pengungsi Palestina serta masyarakat di wilayah konflik lainnya. Inisiatif ini diharapkan mampu meminimalkan dampak fluktuasi donasi internasional yang saat ini sedang tidak stabil.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Baznas RIBeasiswa PendidikanKHCFdonasi kesehatanwakaf berkelanjutan

Berita Terbaru Lainnya

Dewa United Resmi Berpisah dengan Jan Olde Riekerink Setelah Empat Musim Kerja SamaKeamanan Pekerja Lapangan di Landak Disorot Usai Penemuan Jasad Ibu dan BalitaSkema Bekerja dari Rumah bagi ASN Imbas Kebakaran Gedung Dinas Teknis Abdul MuisPembenahan TPST Bantar Gebang, Kebutuhan Anggaran Capping dan Dampak bagi Pekerja InformalStrategi Diplomasi Kehutanan Indonesia untuk Pasar Karbon dan Perdagangan GlobalPeluang Pendapatan dari Program Pengendalian Lele Biru Invasif di MarylandFenomena Sungai Vistula Mengering dan Munculnya Hamparan Pasir di PolandiaDanantara Kucurkan Investasi 2,5 Miliar Dolar AS ke JBS Group untuk Ekspansi Ekosistem Protein

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap