Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendeteksi titik koordinat terakhir delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau. Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut sempat terpantau berada di area Pulau Sebesi pada 7 September.
Langkah pelacakan dilakukan menyusul laporan insiden hilangnya komunikasi dengan kelompok tersebut. Sejak menerima informasi awal, Komdigi mengerahkan infrastruktur kementerian dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler guna memantau pergerakan sinyal perangkat komunikasi para korban.
Pelacakan Berbasis Sinyal Seluler dan BTS
Dalam proses deteksi teknis, Komdigi menjalin koordinasi intensif dengan tiga operator seluler serta mengoptimalkan Balai Monitoring spektrum frekuensi radio di wilayah Banten dan Lampung. Pemantauan difokuskan pada aktivitas Base Transceiver Station (BTS) di seputaran Selat Sunda untuk mendeteksi transmisi sinyal dari ponsel pintar yang dibawa oleh rombongan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dari pemantauan sinyal dan lalu lintas jaringan telekomunikasi tersebut, tim teknis berhasil mengidentifikasi koordinat terakhir para korban saat masih berada di sekitar Pulau Sebesi sebelum komunikasi sepenuhnya terputus.
Seluruh data koordinat dan informasi pemancar sinyal yang diperoleh dari operator seluler telah diteruskan kepada tim Search and Rescue (SAR). Informasi teknis ini dijadikan rujukan bagi tim SAR gabungan dalam menyusun rencana pencarian dan mempersempit area penyisiran di wilayah perairan tersebut.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Imbauan Terkait Informasi Resmi
Menanggapi perkembangan pencarian, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengimbau publik untuk berhati-hati terhadap peredaran kabar yang belum terkonfirmasi. Ia meminta seluruh pihak tidak termakan isu hoaks mengenai keberadaan maupun kondisi para jurnalis dan awak kapal.
Nezar menegaskan bahwa seluruh rujukan dan perkembangan resmi mengenai jalannya operasi pencarian sepenuhnya bersumber dari laporan berkala tim SAR gabungan yang bertugas di lapangan.






