Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menelusuri secara menyeluruh peristiwa terbaliknya dan tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Kapal KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan mengalami hilang kontak hingga terbalik dan tenggelam saat tengah berlayar dalam rute perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9) dini hari. Berdasarkan data manifes dan laporan insiden, kapal tersebut tercatat mengangkut total 243 orang.
Penyelidikan Menyeluruh dan Penegakan Hukum
Menanggapi musibah kecelakaan laut tersebut, Ahmad Sahroni meminta Polri dan KNKT turun tangan mengusut tuntas penyebab kejadian secara objektif dan terbuka. Penyelidikan perlu mendalami seluruh kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan, mulai dari pengaruh faktor cuaca hingga dugaan adanya kelalaian teknis pada kapal.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Sahroni, yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPP NasDem, menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam penanganan peristiwa ini. Apabila proses penyelidikan menemukan adanya indikasi kelalaian, pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi mencegah terulangnya kejadian serupa pada masa mendatang.
Pencarian Korban dan Prioritas Pemulihan
Dalam penanganan darurat di lapangan, Tim SAR gabungan terus dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap para korban yang hilang. Hingga perkembangan terkini, sebanyak 114 orang telah berhasil dievakuasi, dengan rincian 108 korban dinyatakan selamat dan enam korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang penumpang lainnya dilaporkan masih belum ditemukan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Komisi III DPR menyatakan dukungan penuh kepada jajaran Polri untuk mengerahkan upaya secara maksimal dalam operasi pencarian dan proses identifikasi para korban. Di samping upaya evakuasi, Sahroni menekankan agar keluarga korban memperoleh pendampingan yang memadai, serta menempatkan proses pemulihan kesehatan dan pendampingan bagi para korban yang selamat sebagai perhatian utama yang diprioritaskan.






