Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo menegaskan arah diversifikasi kinerja perseroan di tengah dinamika pemangkasan potongan komisi aplikasi ojek online serta rencana penghapusan batas harga saham terendah di bursa. Lini teknologi finansial (fintech) melalui GoPay kini menjadi motor utama penopang laba grup, bahkan melampaui profitabilitas unit layanan on-demand (ODS).
Perubahan struktur pendapatan ini berlangsung saat industri transportasi daring menyesuaikan aturan baru. Sejak 1 Juli 2026, regulasi memangkas potongan komisi aplikasi untuk angkutan roda dua menjadi 8% dari sebelumnya 20%. Selain itu, pemerintah melalui Peraturan Presiden ataupun aturan teknis Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyusun kerangka aturan serupa untuk layanan pengantaran makanan dan barang.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa pemerintah sedang merumuskan titik keseimbangan yang adil antara kepentingan mitra pengemudi dan perusahaan aplikator.
Pergeseran Kinerja dan Target Keuangan GoTo
Kendati menghadapi tekanan regulasi komisi, GoTo mencatatkan laba bersih semesteran pertama dalam sejarah perusahaan sepanjang Januari hingga Juni 2026 sebesar Rp608 miliar. Capaian ini berbalik dari posisi rugi bersih Rp580 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menandai profitabilitas bersih selama dua kuartal berturut-turut pada 2026.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Hans Patuwo menjelaskan bahwa perseroan tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh pada rentang Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun. Manajemen memproyeksikan penurunan kontribusi dari bisnis on-demand services akan diimbangi oleh peningkatan kontribusi lini fintech.
Isu Saham Gocap dan Respons Pasar Modal
Di pasar modal, pergerakan saham GOTO sempat tertahan di level harga terendah Rp50 (gocap) selama lebih dari tiga bulan setelah pengumuman regulasi komisi ojol, yang berujung pada eksklusi dari indeks global FTSE dan MSCI. Tekanan bertambah seiring rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus batas bawah harga saham Rp50 di seluruh papan pencatatan, yang memungkinkan transaksi saham bergerak hingga batas Rp1.
Analis MNC Sekuritas, Christian, menilai penghapusan batas harga bawah tersebut berpotensi mengurai hambatan teknis (technical overhang) bagi dana pasif (passive fund) yang sebelumnya tertahan untuk melakukan penyeimbangan portofolio (rebalancing) pasca-keluarnya saham dari indeks global.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Sementara itu, analis Kiwoom Sekuritas Abdul Aziz menilai kekuatan ekosistem digital terintegrasi milik GoTo menjadi bantalan fundamental penting. Kinerja GoPay dinilai mampu menopang bisnis grup apabila unit Gojek mengalami perlambatan akibat regulasi operasional.
Berdasarkan keterbukaan informasi per 26 Agustus 2026, lembaga keuangan global Morgan Stanley tercatat melakukan akumulasi pembelian saham GOTO di harga Rp23 per saham. Aksi korporasi tersebut membawa kepemilikan Morgan Stanley menjadi hampir 59,4 miliar unit saham atau sekitar 5,2% dari total saham beredar.






