Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan peningkatan dengan erupsi yang berlangsung secara menerus. Dari Pos Pantau Pasauran, petugas mencatat adanya suara dentuman serta suara gemuruh yang terdengar dari arah gunung api aktif di Selat Sunda tersebut, dengan status aktivitas yang kini bertahan pada Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan pengamatan yang dirilis melalui laman resmi Magma Kementerian ESDM pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.31 WIB, rangkaian erupsi menerus ini telah berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB. Dalam rentang pemantauan pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, visual gunung api tertutup kabut kategori 0-III sehingga kepulan asap kawah tidak dapat teramati secara kasatmata. Kondisi cuaca di area sekitar dilaporkan berawan hingga mendung, disertai tiupan angin berkecepatan lemah hingga sedang menuju ke arah utara dan barat laut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Secara instrumental, pos pengamatan merekam satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo mencapai 70 mm. Karakteristik letusan pada periode ini diinterpretasikan oleh petugas pemantau sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur. Pada saat yang sama, stasiun pemantau mencatat suhu udara berkisar antara 27,2 hingga 27,8 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban udara mencapai 69 hingga 73 persen.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Menyikapi perkembangan erupsi yang masih berlangsung, otoritas terkait mengingatkan masyarakat agar mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan. Warga, wisatawan, pengunjung, maupun pendaki dilarang keras mendekati Gunung Anak Krakatau ataupun melakukan kegiatan apa pun dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah aktif guna menghindari ancaman bahaya lontaran material vulkanik.






