Kawasan Konservasi Mangrove Jagapati atau Simanja di Kabupaten Cilacap terus berkembang sebagai pusat ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat lokal. Kawasan ini merupakan bagian dari Desa Energi Berdikari Jagapati, sebuah program pembinaan masyarakat pesisir yang didukung oleh PT Pertamina Patra Niaga IT Cilacap. Inisiatif tersebut menggabungkan pemanfaatan energi terbarukan, penguatan usaha berbasis bakau, sektor perikanan, serta pelestarian lingkungan pesisir secara berkelanjutan.
Upaya pemulihan lingkungan di kawasan ini dirintis sejak tahun 2000 oleh Ketua Kelompok Nelayan Sida Asih, Naswan. Pada masa awal, inisiatif penghijauan dilakukan di atas lahan Perhutani seluas 2 hektare yang kondisinya gundul. Berkat komitmen menjaga kelestarian pesisir, kelompok tersebut kini berkembang hingga beranggotakan 32 orang yang aktif mengelola berbagai kegiatan pelestarian dan budidaya.
Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Pengembangan Usaha Perikanan dan Ekowisata Edukasi
Keberhasilan penghijauan mangrove membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Kelompok tani dan nelayan Simanja menjalankan pembibitan bakau serta budidaya perikanan melalui tambak silvofishery, dengan komoditas seperti kakap merah, kerapu, dan kepiting. Seluruh hasil perikanan tersebut turut memberdayakan kaum perempuan lokal, di mana ibu-ibu setempat mengolah ikan dan kepiting menjadi produk kuliner khas bagi para wisatawan yang berkunjung.
Selain melayani kebutuhan konsumsi wisata, unit pembibitan bakau di Simanja juga telah menjadi penyedia bibit bagi pihak eksternal. Pada tahun lalu, kelompok ini mencatatkan pasokan sebanyak 2.000 stok bibit mangrove yang dikirim ke berbagai daerah lain. Simanja secara rutin menjalin kerja sama pengadaan bibit dan kegiatan lingkungan dengan berbagai perusahaan, dinas pemerintah, instansi, hingga institusi sekolah.
Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Sebagai destinasi ekowisata, Kawasan Konservasi Mangrove Simanja menawarkan beragam sarana wisata edukasi pesisir. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas terpadu, mulai dari program edukasi dan pembibitan mangrove, penelusuran jalur bakau (mangrove tracking), susur sungai, pengenalan budidaya lebah, kunjungan tambak silvofishery, hingga berswafoto di sejumlah titik spot foto yang tersedia di dalam kawasan.






