Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor berdampak langsung pada terungkapnya dugaan praktik suap perizinan lahan. Dalam operasi senyap tersebut, KPK menangkap politikus Partai Golkar Fahd A Rafiq bersama sejumlah pejabat agraria dan mantan kepala daerah.
Fahd A Rafiq langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penindakan ini menyasar lingkaran pengurusan hak atas tanah yang melibatkan pihak swasta, politisi, hingga pejabat struktural di tingkat kementerian dan daerah.
17 Orang Ditangkap Termasuk Pejabat ATR/BPN
KPK mengamankan total 17 orang dalam rangkaian OTT ini. Penangkapan tersebut tidak hanya menyasar kantor pertanahan di tingkat kabupaten, melainkan turut menjaring pejabat eselon tinggi di instansi pusat serta pejabat wilayah lain.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Beberapa pihak yang turut diamankan oleh tim penindakan KPK antara lain: - Direktur Jenderal (Dirjen) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) - Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) BPN Kabupaten Bogor - Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) BPN Tangerang - Mantan Bupati Kebumen Arief Sugiyanto - Politikus Fahd A Rafiq beserta sejumlah pihak terkait lainnya
Dugaan Suap Pengurusan HGB di Kabupaten Bogor
Operasi tangkap tangan ini dipicu oleh dugaan tindak pidana korupsi berupa suap terkait pengurusan izin Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor. Selain perkara HGB tersebut, penyidik KPK juga tengah mendalami indikasi dugaan penerimaan-penerimaan lain yang melibatkan para pejabat pertanahan yang tertangkap.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Saat ini, seluruh pihak yang diamankan masih berstatus sebagai terperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki tenggat waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring operasi tangkap tangan tersebut.






