tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Kreator

Krisis Listrik Pakistan Memburuk, Karachi Hadapi Pemadaman hingga 24 Jam

Sri NugrohoDiterbitkan 3 Sep 2026 - 06.05 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Krisis Listrik Pakistan Memburuk, Karachi Hadapi Pemadaman hingga 24 Jam
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Krisis kelistrikan di Pakistan kian memburuk setelah pemadaman listrik berkepanjangan melanda Kota Karachi. Sebagai kota terbesar sekaligus pusat ekonomi negara tersebut, gangguan pasokan energi ini memicu kelumpuhan aktivitas warga dan operasional fasilitas publik.

Sejumlah wilayah permukiman dilaporkan mengalami pemadaman listrik ekstrem yang berlangsung selama 16 hingga 24 jam. Area yang terdampak di antaranya mencakup North Karachi, Nazimabad, serta sebagian kawasan Gulistan-i-Jauhar. Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis oleh perusahaan penyedia daya K-Electric, lebih dari 615 feeder tercatat mengalami pemadaman harian hingga mencapai 12 jam.

Dampak terhadap Pasokan Air dan Kebutuhan Dasar

Dampak krisis daya ini turut menjalar ke pasokan air bersih di sejumlah kawasan. Distribusi air terganggu lantaran fasilitas pemrosesan dan pompa air yang bergantung pada suplai listrik tidak dapat beroperasi secara normal.

Baca Juga

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Talenta Vokasi Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Aktivis hak asasi manusia serta kelompok masyarakat sipil memperingatkan bahwa pemadaman listrik berkepanjangan telah mengacaukan berbagai aktivitas dasar rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci pakaian, hingga menjaga kebersihan rumah. Kondisi ini membuat keluarga berpenghasilan rendah berada di ambang kesulitan berat.

Qazi Khizer dari Human Rights Commission of Pakistan menegaskan bahwa pemadaman berlarut-larut ini secara tidak proporsional memperburuk kondisi masyarakat kelas pekerja. Menurutnya, krisis listrik bukan semata masalah ekonomi, melainkan juga berdampak negatif terhadap kesehatan mental warga. Selain itu, aktivitas masyarakat yang memerlukan tenaga listrik untuk bekerja maupun belajar ikut terganggu karena aliran daya terputus hampir sepanjang hari.

Baca Juga

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Intip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Kinerja Privatisasi K-Electric Disorot

Situasi pemadaman parah ini memicu kritik terhadap K-Electric, entitas yang sebelumnya merupakan perusahaan penyedia listrik milik pemerintah sebelum akhirnya dialihkan ke sektor swasta melalui privatisasi.

Presiden Karachi Union of Journalists, Tahir Hassan Khan, secara terbuka mempertanyakan capaian dan efektivitas dari proses privatisasi tersebut. Ia menilai janji peningkatan teknologi maupun pembenahan operasional dari pihak perusahaan belum terbukti dalam bentuk penyediaan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pemadaman listrikPakistan

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap