Pengurangan 17 perjalanan KRL rute Bogor-Jakarta Kota akibat kendala keandalan rangkaian kereta baru buatan PT INKA menuai sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Langkah KAI Commuter Indonesia (KCI) yang memangkas frekuensi perjalanan hingga akhir September tersebut dinilai menjadi catatan serius bagi performa industri perkeretaapian nasional.
Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Kapoksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengkritisi performa armada baru tersebut. Ia mempertanyakan mengapa rangkaian kereta yang baru saja beroperasi sudah harus masuk tahap perawatan intensif hingga mengganggu pelayanan publik dan mobilitas harian para pengguna KRL.
"Mengapa ketika baru beroperasi, justru keandalan produknya sudah menimbulkan persoalan sampai berdampak pada pengurangan 17 perjalanan?" ujar Mufti.
Dorongan Evaluasi dan Ketersediaan Armada Cadangan
Mufti menegaskan bahwa pemerintah selama ini telah memberikan dukungan penuh bagi kemajuan industri dalam negeri, mulai dari kepastian pasar, mandat proyek, hingga prioritas pengadaan produk lokal. Oleh karena itu, PT INKA dituntut memberikan penjelasan transparan terkait kendala operasional yang terjadi di lapangan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menurut Mufti, PT INKA harus membeberkan akar masalah, hasil evaluasi menyeluruh, serta komitmen jaminan agar kendala serupa tidak terulang di masa mendatang. Di samping itu, ia meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjelaskan kesiapan rangkaian kereta cadangan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang selama pengurangan 17 perjalanan berlangsung.
Terkait opsi pengadaan armada, Mufti menambahkan bahwa impor kereta harus tetap ditempatkan sebagai pilihan terakhir secara terukur dan transparan, yakni hanya apabila kapasitas produksi domestik benar-benar belum mampu memenuhi lonjakan kebutuhan armada.
Penanganan Teknis oleh PT INKA
Menanggapi kendala operasional tersebut, manajemen PT INKA menyatakan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan perawatan unit KRL yang bermasalah. Pemeriksaan teknis difokuskan pada armada KRL seri iE305 yang beroperasi di lintas Jabodetabek.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Senior Manager Corporate Communication and Representative Office PT INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, menyampaikan bahwa tim teknis internal telah diterjunkan bersama tim KAI Commuter untuk mengevaluasi seluruh sistem.
Penanganan difokuskan pada pemeriksaan menyeluruh terhadap komponen vital, termasuk bagian bogie dan sistem propulsi, guna memastikan seluruh armada dapat kembali memenuhi standar keandalan serta keamanan sebelum melayani penumpang secara optimal.






